Rasa Ingin Tahu yang Menyesatkan, Mengapa Melek Risiko Itu Penting

  • 03 Okt 2026 19:39 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Masa remaja merupakan fase krusial yang dipenuhi dengan pencarian jati diri dan dorongan kuat untuk mencoba hal-hal baru. Hal ini disampaikan Stanley Nixson Taghupia, S.H. Beliau aktif menjabat sebagai Penyuluh Narkoba di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat.

Dikatakan Stanley Nixson Taghupia, S.H rasa ingin tahu yang tinggi tanpa disertai pemahaman mendalam tentang konsekuensi dapat menjadi bumerang mematikan, terutama dalam hal penyalahgunaan narkoba.

Banyak remaja terjebak dalam lingkaran setan ini hanya karena ingin diakui oleh lingkungan pertemanan atau sekadar melepaskan penat sementara. Kurangnya edukasi yang komprehensif membuat mereka kerap meremehkan daya hancur zat adiktif yang mengintai masa depan mereka.

Stanly Taghupia, S.H menegaskan bahwa membangun kesadaran atau "melek risiko" adalah benteng pertahanan utama yang harus dimiliki setiap remaja saat ini. Menurutnya, remaja tidak hanya perlu dijauhkan dari narkoba secara fisik, tetapi juga harus dibekali dengan literasi hukum dan kesehatan yang kuat agar mampu menolak bujukan secara tegas.

Melalui pemahaman risiko yang nyata—baik dari segi kerusakan saraf otak maupun ancaman pidana berat—rasa ingin tahu yang berbahaya dapat diredam. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan penegak hukum menjadi kunci utama dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman laten narkotika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....