Salib Menyatukan Langkah, Sukacita Umat dalam Karnaval Iman Merdeka
- 28 Agt 2026 12:07 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Dari Eks Polda Lama menuju Gereja Katolik Imanuel Sanggeng, langkah kaki umat seakan memiliki satu tujuan yang sama. Bukan sekadar berjalan menyusuri jalan kota, tetapi membawa pesan iman, sukacita, dan persaudaraan.
Selasa, 25 Agustus 2026, suasana di kawasan Paroki Imanuel Sanggeng, Manokwari, Papua Barat, tampak berbeda. Keluarga, anak-anak, Orang Muda Katolik (OMK), orang muda, hingga umat dari berbagai kelompok usia larut dalam kemeriahan Kirab Salib Indonesian Youth Day (IYD) yang dikemas melalui Karnaval Iman Merdeka.
Sejak titik keberangkatan di Eks Polda Lama, antusiasme umat sudah terasa. Ada yang berjalan bersama keluarga, ada anak-anak yang tampak penuh semangat, sementara kaum muda menjadi bagian penting yang ikut menghidupkan suasana karnaval.
Di tengah perjalanan, Salib IYD menjadi simbol yang menyatukan setiap langkah. Salib bukan hanya dibawa dari satu tempat ke tempat lainnya, tetapi menjadi pengingat bahwa perjalanan iman juga merupakan perjalanan bersama.
Bagi umat, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk bertemu, berbagi kegembiraan, dan mempererat tali persaudaraan. Tidak ada sekat usia. Anak-anak, orang tua, keluarga dan orang muda berjalan dalam satu barisan, membawa wajah Gereja yang penuh sukacita.
Pastor Paroki Imanuel Sanggeng, Philipus Sedik, OSA, mengatakan Kirab Salib menjadi momentum penting untuk menghidupkan semangat kebersamaan umat.
“Kita berjalan bersama dalam iman, dalam sukacita dan dalam persaudaraan. Ini bukan hanya tentang membawa Salib, tetapi bagaimana Salib itu menyatukan kita sebagai umat, sebagai keluarga, dan sebagai orang muda Gereja,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran banyak umat dalam Karnaval Iman Merdeka menunjukkan bahwa kehidupan menggereja tidak hanya berlangsung di dalam gedung gereja. Iman juga dapat diwujudkan melalui kebersamaan, kepedulian, dan keberanian untuk hadir di tengah masyarakat.
Perjalanan dari Eks Polda Lama akhirnya berujung di Gereja Katolik Imanuel Sanggeng. Namun, bagi umat, perjalanan itu tidak berhenti ketika kaki sampai di halaman gereja. Ada pesan yang ingin terus dibawa pulang: bahwa iman akan menjadi semakin kuat ketika dijalani bersama.
Kirab Salib IYD dan Karnaval Iman Merdeka pun menjadi cerita sederhana tentang sebuah komunitas yang memilih untuk berjalan dalam satu arah—dengan iman sebagai kekuatan, sukacita sebagai warna, dan persaudaraan sebagai ikatan.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, langkah umat Paroki Imanuel Sanggeng hari itu seolah mengingatkan satu hal: ketika berjalan bersama, perjalanan iman terasa lebih ringan dan penuh sukacita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....