Kementerian HAM RI Pecahkan Guinness World Records lewat Pendidikan HAM Terbesar

  • 24 Agt 2026 07:33 WIB
  •  Manokwari
Poin Utama
  • Kementerian HAM RI berhasil memecahkan Guinness World Records kategori The Largest Human Rights Lesson.
  • Rekor tersebut diraih pada 21 Agustus 2026 di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat.
  • Kegiatan yang tercatat dalam rekor melibatkan 2.008 peserta.

RRI.CO.ID, Manokwari - Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia mencatatkan prestasi internasional setelah berhasil memecahkan rekor Guinness World Records dalam kategori The Largest Human Rights Lesson. Rekor tersebut diraih melalui kegiatan pendidikan HAM yang melibatkan 2.008 peserta dari unsur civitas akademika dan praja di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, pada 21 Agustus 2026. Capaian ini sekaligus menempatkan Indonesia dalam catatan dunia untuk penyelenggaraan pelajaran HAM dengan jumlah peserta yang memenuhi standar rekor tersebut.

Dilansir dari Laman Kementerian HAM RI, Pencapaian ini terasa semakin istimewa karena berhasil melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Kepolisian Ekuador sejak 2018. Rekor sebelumnya tercatat melibatkan sekitar 1.770 peserta, sementara kegiatan Kementerian HAM RI berhasil melibatkan 2.008 peserta dalam satu pelajaran HAM yang tercatat dalam rekor tersebut. Penyerahan sertifikat Guinness World Records dilakukan oleh Official Adjudicator Guinness World Records, Aynee Toorabally.

Bagi Kementerian HAM RI, pencapaian ini bukan sekadar soal mendapatkan penghargaan dunia. Menteri HAM Natalius Pigai menyebut rekor tersebut sebagai puncak dari gerakan pendidikan dan penyuluhan HAM yang telah dilakukan secara masif di berbagai daerah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan di Jatinangor sendiri melibatkan civitas akademika dan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN. Pemilihan lingkungan pendidikan dan kepamongprajaan juga memperkuat pesan bahwa pemahaman terhadap HAM penting dimiliki oleh calon aparatur dan generasi muda. Dengan pendidikan yang lebih luas, nilai-nilai tentang penghormatan terhadap martabat dan hak setiap individu diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pelayanan publik.

Sebelum mencetak rekor ini, Kementerian HAM RI juga telah menggelar pendidikan dan penyuluhan HAM di sejumlah daerah di Indonesia. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan edukasi yang lebih luas untuk membawa pemahaman HAM lebih dekat kepada masyarakat. Karena itu, Guinness World Records ini dapat dilihat sebagai momentum untuk memperluas lagi pendidikan HAM, bukan sekadar berhenti sebagai sebuah pencapaian seremonial.

Pada akhirnya, keberhasilan Kementerian HAM RI memecahkan rekor dunia menunjukkan bahwa pendidikan HAM juga bisa dikemas dalam gerakan besar yang melibatkan banyak orang. Prestasi ini menjadi catatan baru bagi Indonesia sekaligus membawa pesan bahwa pemahaman tentang hak asasi manusia perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat secara luas. Dari Jatinangor, langkah besar ini diharapkan dapat menjadi awal dari semakin kuatnya budaya sadar HAM di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....