Dari Sanggar ke Generasi Muda, Merawat Warisan Budaya Papua
- 16 Agt 2026 18:58 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Suara musik tradisional dan gerak tari menjadi salah satu cara masyarakat Papua menjaga cerita tentang leluhur mereka. Bagi seniman tari dan musik tradisional Papua, Wellem Yomaki, kesenian tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar pertunjukan. Dalam program Suara Budaya Nusantara RRI Manokwari dan RRI Jakarta, ia menegaskan pentingnya menjaga budaya sebagai warisan leluhur sekaligus jati diri setiap orang.
Wellem memandang budaya sebagai sesuatu yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Tari dan musik tradisional menjadi bagian dari identitas yang menunjukkan asal-usul serta nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi sebelumnya. Karena itu, mengenal budaya sendiri menjadi langkah penting agar generasi muda tidak kehilangan hubungan dengan sejarah dan lingkungan tempat mereka tumbuh.
Menurutnya, generasi penerus memiliki peran besar dalam menentukan keberlangsungan budaya Papua. Perubahan zaman memang tidak dapat dihindari, begitu pula dengan munculnya berbagai bentuk seni dan kreativitas baru. Namun, perkembangan tersebut tetap dapat berjalan berdampingan dengan budaya tradisional selama generasi muda memahami akar dan nilai yang menjadi dasar kesenian mereka.
Di sinilah sanggar tari memiliki posisi penting. Sanggar bukan hanya menjadi tempat berlatih sebelum tampil, tetapi juga ruang untuk mewariskan pengetahuan budaya. Salah satunya adalah Sanggar Iriantos, yang menjadi wadah pembinaan bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengenal lebih dekat tari tradisional, musik, serta berbagai kesenian khas Papua. Dari tempat seperti inilah mereka belajar memahami akar budaya sebelum kemudian mengembangkannya dalam bentuk tari kreasi yang tetap membawa identitas Papua.
Lebih jauh, Wellem menekankan bahwa upaya pelestarian budaya tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Keterlibatan pemerintah dinilai sangat diperlukan, terutama dalam mendukung program pelestarian, penyediaan ruang kesenian, serta pembinaan sanggar-sanggar budaya di daerah, termasuk sanggar seperti Iriantos. Selain itu, kerja sama dengan lembaga pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi juga menjadi kunci penting agar generasi muda dapat mengenal budaya sejak dini melalui kegiatan belajar maupun ekstrakurikuler.
Pesan Wellem menjadi gambaran bahwa menjaga budaya membutuhkan proses yang panjang dan keterlibatan banyak pihak. Warisan leluhur tidak akan bertahan hanya dengan menyimpannya, tetapi harus terus dikenalkan dan dipraktikkan melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia pendidikan. Ketika generasi muda mampu menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupan, maka tari dan musik tradisional Papua tidak hanya tetap hidup, tetapi juga dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....