Musik Gamelan Yogyakarta Bergema di Festival Budaya Manokwari

  • 08 Agt 2026 11:53 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Warisan budaya tak hanya hidup di tanah kelahirannya, tetapi juga tumbuh di tempat yang jauh dari asalnya. Semangat itu terlihat saat Ikatan Keluarga Besar Yogyakarta (IKBY) Manokwari menampilkan gamelan, karawitan, dan tari dalam Festival Pesona Budaya Nusantara di Manokwari City Mall, Sabtu (1/8/2026).

Ketua IKBY Manokwari, Muhammad Subagyo Sugiarto, mengatakan festival menjadi ruang untuk mempertemukan budaya dari berbagai daerah sekaligus memperkuat promosi UMKM. Menurutnya, kegiatan seperti ini layak menjadi agenda tahunan karena mempererat persaudaraan antarpaguyuban.

Harmoni gamelan yang terdengar bergema, tersimpan kisah perjuangan para pemain. Sebagian besar merupakan anggota IKBY yang baru mengenal gamelan, bahkan ada yang hanya mengikuti sekitar empat kali latihan sebelum tampil di hadapan masyarakat.

Tak sedikit pula peserta yang berasal dari kalangan lanjut usia. Mereka membuktikan bahwa semangat belajar dan melestarikan budaya tidak pernah mengenal batas umur.

Subagyo menjelaskan, latihan dilakukan dengan semangat gotong royong melalui sistem cost sharing. Paguyuban menanggung apresiasi bagi pelatih, sedangkan peserta bersama-sama membantu biaya transportasi pelatih sebagai bentuk kebersamaan.

Selain pertunjukan seni, IKBY menghadirkan edukasi budaya melalui videotron yang menampilkan aksara Jawa dan bahasa Krama Alus. Di stan pameran, pengunjung juga dapat mengikuti pelatihan membatik serta mempelajari sejarah Mataram Islam dan Yogyakarta Istimewa melalui buku saku budaya dan kartu pos.

Keikutsertaan IKBY Manokwari menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya diwujudkan melalui pertunjukan seni, tetapi juga lewat proses belajar, berbagi pengetahuan, dan membangun rasa memiliki terhadap warisan leluhur.

Festival Pesona Budaya Nusantara pun menjadi saksi bahwa setiap denting gamelan bukan sekadar bunyi yang mengalun. Di baliknya tersimpan semangat persaudaraan, gotong royong, dan tekad menjaga budaya agar tetap bergema dari Yogyakarta hingga Tanah Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....