Deretan tradisi Idhul adha unik di berbagai daerah Indonesia
- 25 Mei 2026 19:24 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID,Manokwari_ Idhul adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang di peringati setiap tanggal 10 Zulhijah dalam kalender hijriah.
Hari raya ini dikenal juga sebagai hari raya kurban karena identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing dan domba.Perayaan Idhul Adha memiliki makna mendalam tentang keiklasan, pengorbanan dan kepedulian sosial sebagaimana di contohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Di Indonesia tradisi Idhul Adha identik dengan salad id berjamaah, penyembelihan hewan kurban,dan pembagian daging kurban kepada yang membutuhkan. Setiap daerah punya budaya unik yang di wariskan turun temurun.
Berikut beberapa tradisi terkenal
1. Grebeg gunungan.
Di Yogyakarta dan Surakarta,Keraton mengadakan tradisi grebeg dengan membawa gunungan hasil bumi yang di arak menuju masjid atau alun - alun. setelah di doakan masyarakat akan memperebutkan isi gunungan Karena di percaya membawa berkah dan keselamatan. Tradisi ini jadi simbol rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki dan hasil panen yang melimpah.
- Meugang
Masyarakat Aceh memiliki tradisi memasak dan menikmati daging bersama keluarga sebelum hari raya. Tradisi ini di sebut meugang dan sudah berlangsung sejak zaman kesultana Aceh. - Apitan
Di beberapa daerah Jawa tengah, masyarakat mengadakan tradisi apitan atau sedekah bumi. Dengan mengadakan doa bersama dan kenduri sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan keselamatan. - Manten sapi
Di sebagian wilayah Pasuruan dan Probolinggo, sapi kurban di hias seperti penggantin sebelum di sembeli sebagi bentuk penghormatan terhadap hewan kurban yang di persembahkan untuk ibadah - Toron dan nyalase
Bagi masyarakat madura Idhul Adha jadi waktu penting untuk pulang kampung. Perantau kembali pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga besar dan berziarah ke makam leluhur. idhul Adha jadi moment untuk bersilaturahmi dan berziarah.
Tradisi tradisi tersebut tidak hanya menjadi perayaan budaya tapi juga memperkuat kebersamaan,gotong royong,kepedulian sosial, dan nilai keiklasan dalam berbagi.
( Sumber: Prudential Syariah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....