Tradisi Barapen Ritual Penting di Papua
- 27 Jul 2024 16:04 WIB
- Manokwari
KBRN, Manokwari: Tanah Papua sangat dikenal dengan keragaman suku dan etniknya. Tanah Papua juga sangat masyhur dengan kekayaan tradisi dan budayanya, yang hingga saat ini budaya dan tradisi itu tetap terjaga dengan baik, dan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Seperti halnya tradisi barapen atau tradisi bakar batu, sebuah tradisi penting di Papua, berupa ritual memasak bersama satu kampung dengan tujuan untuk bersyukur, mengumpulkan sanak saudara dan kerabat, menyambut kebahagiaan, dan atau untuk mengumpulkan para prajurit untuk berperang. Disebut bakar batu karena dalam tradisi ini mereka benar-benar membakar batu hingga panas membara.
Tradisi barapen atau acara bakar batu merupakan ritual memasak bersama-sama warga satu kampung yang dilakukan sebagai bentuk syukur atas berkat yang melimpah dari Sang Pencipta. Selain itu, tradisi bakar batu juga sering diadakan untuk acara pernikahan, penyambutan tamu agung, dan sebagai upacara kematian.
Bakar batu juga dapat digelar sebagai bukti perdamaian setelah terjadi perang antar-suku. Barapen merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat di beberapa wilayah Wamena, Papua. Tradisi ini umumnya dilakukan oleh masyarakat Suku Dani yang mendiami wilayah dataran tinggi Wamena seperti Lembah Baliem, Paniai, Nabire, Pegunungan Tengah, Pegunungan Bintang, Jayawijaya, Dekai dan Yahukimo.
Di setiap daerah dan suku di kawasan Lembah Baliem, bakar batu memiliki istilah tersendiri. Seperti masyarakat Paniai, bakar batu disebut dengan nama Gapii atau Mmogo Gapii. Sementara masyarakat Wamena menyebutnya Kit Oba Isago.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....