Tari Tumbu Tanah
- 13 Apr 2024 17:23 WIB
- Manokwari
KBRN Manokwari : Suku Arfak adalah orang-orang yang tinggal di Pegunungan Arfak yang masuk ke dalam wilayah Provinsi Papua Barat. Sementara, Provinsi Papua Barat adalah bagian dari wilayah Indonesia yang berada di bagian Kepala Burung Pulau Papua. Disebut Suku Arfak karena mereka tinggal di kawasan Pegunungan Arfak. kawasan ini berbatasan dengan Kabupaten Manokwari di sisi utara, sedangkan di sisi timur berbatasan dengan Kabupaten Manokwari Selatan. Sisi selatan berbatasan dengan Kabupaten Teluk Bintuni, kemudian sisi barat berbatasan dengan Kabupaten Sorong Selatan.
Suku Arfak tinggal di sebuah kawasan yang berpotensi sebagai tempat wisata karena Kabupaten Pegunungan Arfak memiliki danau Anggi. Ada wisata kuliner yang berupa makanan khas Suku Arfak, serta potensi kearifan lokal seperti hidup bersama dengan Suku Arfak untuk merasakan potensi lokal seperti cara bertani, cara membuat rumah khas Suku Arfak, sampai dengan cara bertahan hidup di tengah hutan. Kabupaten Pagaf dapat dijangkau melalui dua jalur utama. Jalur pertama menuju Pegunungan Arfak dan Kabupaten Pegaf bisa melewati jalur Kabupaten Manokwari. Jalur kedua adalah melewati Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).
Masyarakat Arfak mempunyai tarian khas yaitu Tari Tumbu Tanah, kesenian tari tradisional milik masyarakat Arfak yang ada di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Seni tari yang juga disebut dengan Dansa Tumbu Tanah ini biasa ditampilkan dalam rangka menyambut acara penting, seperti kemenangan atas perang, menyambut tamu, dan pesta pernikahan, serta merupakan sebuah tari pujian Suku Arfak kepada roh para leluhur. Seluruh unsur tari seperti gerakan, formasi, aksesoris, alat musik, dan pengiring yang digunakan merupakan simbol dari jati diri masyarakat Arfak.
Nilai Dalam Tari Tumbu Tanah Sebagai Tarian Daerah Papua
Secara sosial : gerakan dalam Tari Tumbu Tanah yang dilakukan oleh banyak orang menunjukkan bahwa masyarakat Arfak memiliki sikap kekeluargaan dan persahabatan.
Secara religus : tarian ini merupakan ungkapan dari bentuk rasa syukur kepada roh leluhur atas perlindungan, hasil panen, dan buruan, serta kemenangan dalam peperangan
Tari Tumbu Tanah biasa ditampilkan oleh laki-laki dan perempuan secara berpasangan dan masuk dalam kategori tari berkelompok, karena jumlah penarinya yang lebih dari dua orang. Uniknya, tarian daerah Papua satu ini bisa mengajak warga satu kampung bahkan gabungan warga dari beberapa kampung yang ada, untuk menari bersama.
Ragam Tari Tumbu Tanah
Tari Tumbu Tanah dibagi atas tiga ragam utama yakni,
1. Igemu Keyam, Igemu Keyam (kemenangan perang) merupakan ragam Tari Tumbu Tanah yang dilakukan masyarakat Arfak saat dulu melakukan perang dengan suku lain. Jika telah selesai berperang, para lelaki melantunkan syair mengenai kelincahan dan keperkasaan. Mereka kemudian akan disambut oleh keluarga yang menampilkan Tari Tumbu Tanah setibanya di kampung.
2. Igemu Ngakeyam , Igemu Ngakeyam (pencarian jodoh) adalah ragam Tari Tumbu Tanah yang dilakukan untuk mencari pasangan hidup. Para lelaki akan menari terlebih dahulu. Ketika ada seorang perempuan yang tertarik maka ia akan masuk dalam formasi untuk kemudian menggandeng tangan dari sang lelaki. Tak hanya sampai disitu, sang perempuan juga akan menggantungkan noken. Setelah acara usai, keluarga dari kedua belah pihak akan bertemu dan membicarakannya lebih lanjut.
3. Yaum, Yaum merupakan salah satu ragam dari Tari Tumbu Tanah yang digunakan masyarakat Arfak untuk menyambut tamu, seperti kunjungan oleh pejabat pemerintahan, dengan melantunkan syair-syair.
Nah itu dia salah satu tarian daerah Papua milik masyarakat suku Arfak bernama Tari Tumbu Tanah.
Referensi :
Wikipedia
viral food travel
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....