Dari Prafi Mengalir Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

  • 22 Agt 2026 11:20 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari — Kepedulian tidak selalu harus datang dari tempat yang dekat. Dari Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, kepedulian itu justru tumbuh untuk saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur yang tengah menghadapi musibah gempa bumi.

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Warmare/Prafi menjadi Posko Bersama Peduli NTT. Tempat itu menjadi ruang berkumpulnya masyarakat yang ingin berbagi, sekaligus menjadi titik awal gerakan kemanusiaan untuk membantu warga terdampak bencana. Jumat, 21 Agustus 2026, menjadi hari pertama aksi penggalangan dana digelar di wilayah Distrik Prafi.

Sejak pagi, para Penyuluh Agama, Penghulu dan staf KUA bersama siswa sekolah dan madrasah turun ke jalan. Karton-karton sederhana berisi ajakan kepedulian mereka bawa, menyapa para pengguna jalan yang melintas.Tidak ada panggung besar, tidak ada seremonial panjang, hanya ada ajakan sederhana untuk berbagi.

Namun dari kesederhanaan itulah, respons masyarakat mulai terlihat. Sejumlah pengguna jalan memberikan bantuan sebagai bentuk solidaritas bagi korban gempa di NTT.

Kepala KUA Kecamatan Warmare/Prafi, Abdul Karim, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Kami mengajak seluruh masyarakat di Distrik Prafi untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara kita di NTT. Bantuan yang diberikan tidak harus besar, tetapi ketulusan dan kepedulian kita sangat berarti bagi mereka yang sedang mengalami musibah,” ujarnya.

Yang menarik, gerakan ini tidak hanya melibatkan aparatur KUA. Sejumlah lembaga pendidikan dan unsur masyarakat ikut bergandengan tangan. Ada MIS Baitul Amin Prafi, MIN 1 Manokwari, MTsN Manokwari, siswa PKL SMKN 4 Manokwari yang sedang melaksanakan praktik kerja lapangan di KUA, hingga BUMDes.

Mereka hadir dengan peran masing-masing. Para siswa belajar bahwa kepedulian bukan sekadar teori yang dibicarakan di ruang kelas. Kepedulian dapat diwujudkan dengan turun langsung, menyapa masyarakat dan mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan.

Abdul Karim menilai keterlibatan generasi muda dalam aksi tersebut menjadi pembelajaran penting tentang nilai kemanusiaan.

“Kami juga mengapresiasi keterlibatan siswa dan siswi sekolah serta madrasah. Ini adalah pembelajaran nyata bagi generasi muda bahwa ketika saudara kita mengalami musibah, kita hadir dan membantu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” katanya.

Dari aksi itu, ada pesan yang jauh lebih besar daripada jumlah uang yang terkumpul. Bahwa bencana di satu daerah dapat mengetuk hati masyarakat di daerah lain. Bahwa jarak ribuan kilometer antara Papua Barat dan NTT tidak menjadi penghalang untuk menunjukkan rasa persaudaraan.

Dan bahwa kepedulian bisa tumbuh dari siapa saja dari penyuluh agama, penghulu, pegawai, pelajar, pelaku usaha hingga masyarakat biasa. Posko Bersama Peduli NTT di KUA Warmare/Prafi, akhirnya bukan hanya menjadi tempat menghimpun bantuan. Ia menjadi ruang untuk merawat empati, mengajarkan gotong royong dan menanamkan nilai kemanusiaan kepada generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....