Semangat Bela Negara Dalam Bingkai Astacita

  • 13 Agt 2026 19:21 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari- Semangat bela negara tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan keamanan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Manokwari bertema “Semangat Bela Negara dalam Bingkai Asta Cita.

Dialog tersebut menghadirkan Kolonel (Purn.) Yohanes Wada, S.Sos., Ketua PEPABRI Provinsi Papua Barat, dan Zulfikar Muis, S.Pd.Gr., Ketua Guru Kreator Konten sekaligus Sekretaris IGTK Kabupaten Pegunungan Arfak.

Kolonel (Purn.) Yohanes Wada menjelaskan, semangat bela negara pada dasarnya merupakan tanggung jawab seluruh warga negara. Menurutnya, masyarakat dapat mengambil bagian dalam menjaga keutuhan bangsa melalui sikap disiplin, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memberikan kontribusi positif sesuai dengan profesi dan kemampuannya.

Ia menekankan, pengalaman dan nilai-nilai perjuangan yang dimiliki generasi terdahulu perlu terus diwariskan kepada generasi muda. Terlebih di tengah perubahan zaman, semangat kebangsaan perlu tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Zulfikar Muis menyoroti pentingnya peran pendidikan dalam menanamkan semangat bela negara sejak dini.

Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk karakter, membangun rasa cinta tanah air, memperkuat toleransi dan mengajarkan pentingnya hidup bersama dalam keberagaman.

Ia juga melihat perkembangan teknologi dan media sosial sebagai ruang yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk menunjukkan semangat bela negara melalui karya-karya positif.

Generasi muda, kata Zulfikar, tidak harus selalu tampil dalam bentuk perjuangan fisik untuk menunjukkan kecintaan kepada bangsa. Membuat konten edukatif, memperkenalkan budaya daerah, mengembangkan kreativitas, berprestasi dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab juga merupakan bentuk kontribusi bagi bangsa.

Dalam dialog tersebut, kedua narasumber juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan keberagaman di Papua Barat.

Semangat bela negara di tanah Papua dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, menjaga budaya lokal, menghormati perbedaan, memperkuat gotong royong serta ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Pembahasan juga dikaitkan dengan semangat Asta Cita, khususnya bagaimana masyarakat dapat mengambil peran dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Melalui dialog interaktif tersebut, masyarakat diajak untuk melihat bela negara dari perspektif yang lebih luas. Bela negara bukan hanya menjadi tugas aparat atau kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja hingga masyarakat.

Semangat tersebut pada akhirnya dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun konsisten: menjaga persatuan, menghargai keberagaman, bekerja dengan sungguh-sungguh, berkarya secara positif dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah serta Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....