Asal Usul Hari Krida Pertanian

  • 18 Jun 2026 17:49 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Setiap tanggal 21 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Krida Pertanian—momen penting yang mengajak kita menghargai kerja keras para petani, peternak, dan pelaku agrikultur. Tahun 2026 menandai perayaan Hari Krida Pertanian ke‑54, sebuah tonggak reflektif untuk menghimpun prestasi sekaligus menghadapi tantangan di sektor pertanian.

Dikutip dari Wikipedia, asal-usul Hari Krida Pertanian bisa ditelusuri dari konferensi pertanian nasional pada awal 1960-an. Awalnya disebut Hari Tani pada 21 Juni 1961, lalu pada 1972 berganti nama menjadi Hari Krida Pertanian untuk menekankan nilai pengabdian dan prestasi agraria. Pilihan tanggalnya tidak sembarangan: secara astronomis, hari ini menandai matahari di titik balik utara—simbol awal musim tanam dalam tradisi Pranata Mangsa.

Hari Krida Pertanian yang dirayakan setiap 21 Juni merupakan hari untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang bekerja di bidang pertanian. Pada dasarnya, Hari Krida Pertanian adalah hari untuk bersyukur, berbangga hati, dan sekaligus hari mawas diri serta melaksanakan dharma bhakti.

Pada hari tersebut, insan pertanian mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan nikmat berupa kekayaan alam yang melimpah, yang mereka manfaatkan untuk kesejahteraan manusia.

Selain itu, hari tersebut juga menjadi doa dan harapan agar di tahun-tahun mendatang mereka dapat menerima rahmat yang lebih besar dari pemanfaatan kekayaan alam tersebut dengan tanggung jawab untuk tetap melestarikannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....