HUT ke 23 tahun fase penting perjalanan Teluk bintuni.

  • 10 Jun 2026 12:21 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - 23 tahun yang lalu, Kabupaten Teluk Bintuni resmi berdiri sebagai kabupaten baru yang terpisah dari Kabupaten Manokwari. sejarah tersebut menjadi penerat awal perjalanan panjang yang telah mengantarkan Teluk Bintuni hingga pada tahap pembangunan yang kita rasakan saat ini.

Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Yohanis Manibui, ketika memberikan arahannya pada HUT Kabupaten Teluk Bintuni (selasa 9 juni 2026) Mengatakan,Pada kesempatan yang baik ini, saya bersama Wakil Bupati Teluk Bintuni menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas dedikasi dan pengabdian para tokoh pemekaran.

Para bupati dan wakil bupati terdahulu, juga tokoh-tokoh pembangunan Teluk Bintuni yang namanya tercetak di catatan sejarah, maupun para tokoh yang memilih berjuang dalam diam di mana buah pikirnya. Keputusan-keputusan dan karya-karya pengabdiannya turut mewarnai Kabupaten Teluk Bintuni hingga hari ini.

Di usia 23 tahun merupakan fase penting dalam perjalanan sebuah daerah. Inilah masa ketika fondasi pembangunan telah semakin kokoh terbentuk dan kini Teluk Bintuni melangkah dengan semangat yang lebih besar untuk bertumbuh, semakin hebat dalam ketangguhan, serta semakin erat dalam membangun sinergi.

Adapun tema HUT Kabupaten Teluk Bintuni tahun 2026 ini adalah Tumbuh Serasi, Tangguh Bersinergi. Tema ini memberikan tekad dan komitmen seluruh pemangku kepentingan di daerah ini untuk terus bertumbuh selaras dengan visi Teluk Bintuni Serasi,

Sebagaimana yang dilambangkan dalam logo resmi penyertaan hari ulang tahun 23 Kabupaten Teluk Bintuni, sosok penari muda Papua melambangkan kebesamaan, rasa syukur, serta kebanggaan atas jati diri masyarakat Teluk Bintuni. Simbol tersebut juga mencerungkan energi. Dan ketangguhan daerah ini untuk terus bergerak maju.

Bupati Yohanis menegaskan sesungguhnya, pembangunan Teluk Bintuni bukanlah sekedar proses administratif semata, melainkan gerak kolektif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, dan seluruh pemangku kepentingan yang bersama-sama berkontribusi. Bagi kemajuan tanah sisar Matiti.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....