BNNP Papua Barat Awasi Penyalahgunaan Whip Pink
- 08 Mei 2026 12:53 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Belakangan ini produk Whip Pink marak disalahgunakan dengan cara dihirup untuk mendapatkan efek euforia sesaat atau sensasi melayang. Hal ini menjadi Perbincangan dalam Program SPADA Produa Manokwari bersama drg. Indah Perwitasari, S.Kg Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNN Provinsi Papua Barat.
Dikatakan oleh drg. Indah Perwitasari, S.Kg, di kalangan pengguna, praktik ini sering dikenal dengan istilah “balon”. Whip Pink sendiri merupakan salah satu merek dengan kemasan berwarna pink yang sebelumnya beredar bebas di pasaran, selain beberapa merek lain dengan fungsi serupa.
Meski begitu, BNNP Papua Barat menaruh perhatian serius terhadap fenomena tersebut. Sebab, penyalahgunaan Whip Pink saat ini banyak menyasar kalangan anak muda. Perlu diketahui Whip Pink atau tabung gas nitrous oxide yang sering dikemas berwarna merah muda sedang menjadi sorotan tajam karena tren penyalahgunaannya, terutama di kalangan anak muda. Meskipun legal untuk keperluan kuliner (pengisi whipped cream), penyalahgunaannya dengan cara dihirup untuk mendapatkan efek euforia ("gas tertawa") sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal.” Ujarnya.
Gas nitrous oxide (N₂O) yang dihirup langsung dapat menyebabkan kekurangan oksigen pada otak, gangguan saraf, penurunan kesadaran, serta meningkatkan risiko kematian mendadak. Menghirup nitrous oxide langsung dari tabung sangat berbahaya karena dapat menyebabkan Hipoksia (Kekurangan Oksigen).
| Baca juga: Gagasan Inovatif di Ajang Duta Bahasa 2026 |
Ditambahkan oleh drg. Indah Perwitasari, S.Kg , gas ini menggeser oksigen di paru-paru, menyebabkan otak dan organ tubuh kekurangan oksigen. Kurangnya oksigen yang terus-menerus dapat mematikan sel otak. Kerusakan Sistem Saraf dan juga dapat menyebabkan detak jantung tidak beraturan dan memicu henti jantung mendadak. Efek sesaat halusinasi ringan, pusing, pingsan, dan euforia yang meningkatkan risiko kecelakaan saat menggunakannya.
Meskipun legal digunakan di dapur (industri makanan) dan medis (anestesi), penyalahgunaannya marak terjadi karena harganya terjangkau dan mudah didapat. BNNP Papua Barat mengimbau masyarakat, terutama remaja, untuk tidak mencoba menyalahgunakan karena sensasi singkat tidak sebanding dengan kerusakan tubuh jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....