Jumat Agung, Dimaknai sebagai Kemenangan Cinta Kristus
- 04 Apr 2026 13:56 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari — Suasana hening dan penuh khidmat menyelimuti Gereja Paroki Imanuel Sanggeng saat ratusan umat Katolik mengikuti perayaan Jumat Agung, mengenangkan sengsara dan wafat Yesus Kristus di kayu salib. Dalam perayaan tersebut, umat diajak untuk merenungkan makna pengorbanan dan cinta kasih yang menjadi inti dari iman Kristiani.
Ibadat yang berlangsung pada Jumat, 3 April 2026 dalam nuansa doa dan permenungan ini menghadirkan kisah penderitaan Yesus, mulai dari doa-Nya di Taman Getsemani hingga wafat di salib. Salah satu kutipan yang menggugah hati umat adalah doa Yesus, “Jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan penderitaan ini berlalu di hadapanku; tetapi jangan seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Doa ini menjadi simbol ketaatan total kepada kehendak Allah di tengah penderitaan.
Pastor Paroki Imanuel Sanggeng, Pastor Philipus Sedik Osa, dalam homilinya menegaskan bahwa penderitaan yang dialami Yesus bukanlah tanda kekalahan, melainkan kemenangan cinta yang membawa keselamatan bagi umat manusia.
“Yesus tidak tergoda untuk menyerah. Karena cinta-Nya kepada Bapa dan manusia, Ia memikul salib dan wafat di kayu salib. Karya keselamatan itu masih dirasakan hingga sekarang dan selama-lamanya. Sebuah kemenangan cinta tersaji dalam kata dan tindakan: ‘Sudah selesai,’” ujar Pastor Philipus.
Lebih lanjut, Pastor Philipus mengajak umat untuk tidak menghindari salib kehidupan yang sedang dihadapi, melainkan memaknainya sebagai bagian dari perjalanan iman bersama Kristus.
“Tidak ada yang lebih gelap dan sulit dari hidup manusia yang tidak dialami oleh Yesus. Oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh. Karena itu, jangan kita tergoda meninggalkan salib penderitaan kita, sebab Tuhan ikut memikulnya bersama kita,” pesannya.
Perayaan Jumat Agung menjadi momen refleksi mendalam bagi umat untuk menyadari bahwa penderitaan bukanlah akhir, melainkan jalan menuju kebangkitan. Dalam keheningan ibadat, umat diajak untuk mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, sekaligus memperbarui komitmen iman sebagai saksi kasih di tengah kehidupan sehari-hari.
Dengan penuh harap, umat meninggalkan gereja dalam suasana tenang, membawa pesan bahwa setiap salib yang dipikul dengan iman akan berujung pada kemenangan bersama Kristus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....