Makna Cium Salib dalam Ibadah Jumat Agung, Umat Diajak Menghayati Pengorbanan
- 04 Apr 2026 13:52 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Umat Katolik di Paroki Imanuel Sanggeng, Manokwari, mengikuti ibadah Jumat Agung dengan penuh khidmat, salah satunya melalui prosesi cium salib yang menjadi bagian penting dalam liturgi peringatan sengsara dan wafat Yesus Kristus pada Jumat, 3 April 2026.
Prosesi cium salib tidak sekadar menjadi simbol ritual, tetapi mengandung makna iman yang mendalam. Umat diajak untuk mengenang penderitaan dan pengorbanan Kristus yang wafat di kayu salib demi menebus dosa manusia.
Pastor Paroki Imanuel Sanggeng, Philipus Sedik Osa, menjelaskan bahwa cium salib merupakan ungkapan penghormatan sekaligus bentuk pengakuan iman umat terhadap kasih Allah yang nyata dalam pengorbanan Kristus.
“Cium salib bukan hanya tradisi, tetapi ungkapan iman yang hidup. Melalui tindakan ini, umat menyatakan kasih, kesetiaan, dan rasa syukur atas pengorbanan Kristus yang menyelamatkan manusia,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam momen tersebut umat juga diajak untuk merenungkan dosa-dosa pribadi serta memohon pengampunan kepada Tuhan.
“Ketika umat mencium salib, itu juga menjadi tanda pertobatan. Kita menyerahkan kelemahan dan dosa kita kepada Kristus, yang telah lebih dahulu berkorban demi keselamatan kita,” kata Pastor Philipus.
Lebih lanjut, prosesi ini menjadi pengingat bagi umat Katolik untuk meneladani kehidupan Kristus, terutama dalam menghadapi penderitaan dengan iman, kesabaran, dan kasih kepada sesama.
Melalui ibadah Jumat Agung, umat tidak hanya mengenang peristiwa sengsara Kristus, tetapi juga memperdalam spiritualitas dan memperkuat hubungan pribadi dengan Tuhan, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Paskah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....