Ratusan Umat Ikuti Ibadah Jumat Agung di Gereja Katolik Imanuel Sanggeng
- 04 Apr 2026 13:40 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Ratusan umat Kristiani mengikuti ibadah Jumat Agung di Gereja Katolik Imanuel Sanggeng, Manokwari, pada Jumat, 3 April 2026. Perayaan berlangsung khidmat sebagai bagian dari rangkaian Tri Hari Suci menjelang Hari Raya Paskah.
Ibadah yang dimulai pukul 15.00 WIT tersebut diisi dengan rangkaian liturgi khas Jumat Agung, mulai dari pembacaan Kisah Sengsara Tuhan, penghormatan salib, hingga penerimaan komuni kudus. Umat tampak mengikuti seluruh prosesi dengan penuh penghayatan.
Salah satu momen utama dalam perayaan ini adalah prosesi penghormatan dan penciuman salib. Secara bergantian, umat maju untuk memberikan penghormatan sebagai simbol iman atas pengorbanan Yesus Kristus. Prosesi ini berlangsung tertib dengan pendampingan para misdinar yang membawa salib dan lilin.
Pastor Paroki Imanuel Sanggeng, RP Philipus Sedik, OSA, menjelaskan bahwa liturgi Jumat Agung terdiri dari tiga bagian utama, yakni liturgi Sabda, penghormatan salib, dan komuni.
“Perayaan Jumat Agung mengajak kita merenungkan sengsara dan wafat Yesus Kristus melalui tiga bagian penting, yakni Sabda Tuhan, penghormatan salib, dan komuni,” ujarnya.
Ia mengatakan, makna Jumat Agung tidak terlepas dari peristiwa Minggu Palma, saat Yesus memasuki Yerusalem dan disambut dengan sukacita oleh banyak orang. Namun, situasi tersebut berubah ketika orang-orang yang sama kemudian menyerukan penyaliban terhadap Yesus.
Menurutnya, peristiwa itu menjadi cermin bagi kehidupan manusia yang kerap berubah-ubah dalam iman.
“Sering kali kita mudah memuji Tuhan saat menerima berkat, tetapi berubah ketika menghadapi kesulitan. Ini menjadi refleksi penting bagi kehidupan iman kita,” kata RP Philipus.
Lebih lanjut, ia mengingatkan umat untuk tetap setia dalam menjalani kehidupan iman, sebagaimana tema Paskah yang diangkat dari Injil Matius 5:16, yakni agar perbuatan baik manusia memuliakan Bapa di surga.
Umat juga diajak untuk tetap kuat dalam memikul salib kehidupan, baik dalam menghadapi penderitaan, pergulatan hidup, maupun tanggung jawab sebagai orang beriman.
“Semoga kita tetap setia memikul salib kehidupan, karena Tuhan sendiri turut berjalan bersama kita,” tuturnya.
Dalam perayaan tersebut, pembagian komuni juga dibantu oleh para prodiakon guna memperlancar pelayanan kepada umat.
Seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman dan tertib, dengan dukungan pengamanan dari aparat kepolisian yang turut mengatur arus lalu lintas di sekitar gereja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....