Paroki St. Thomas Aquinas Amban Dorong Keseimbangan Iman dan Pengetahuan
- 30 Mar 2026 15:32 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Paroki Paroki Santo Thomas Aquinas Amban terus menegaskan komitmennya dalam membangun umat yang tidak hanya kuat dalam iman, tetapi juga memiliki pemahaman pengetahuan yang baik. Hal ini sejalan dengan teladan Santo Thomas Aquinas sebagai pelindung paroki yang dikenal mengintegrasikan iman dan rasio.
Pastor Paroki, Romo Thomas Suparno, kepada RRI, Sabtu, 28 Maret 2026 mengatakan, bahwa pengembangan umat tidak hanya berfokus pada kegiatan liturgi, tetapi juga diperkuat melalui berbagai kegiatan katekese yang mendorong umat untuk memahami iman secara lebih mendalam melalui pendekatan intelektual.
“Kami ingin umat tidak hanya beriman secara ritual, tetapi juga memahami apa yang mereka imani. Karena itu, katekese menjadi bagian penting dalam membangun keseimbangan antara iman dan pengetahuan,” ujar Romo Thomas.
Selain pembinaan iman, paroki ini juga aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah Meyes. Kegiatan tersebut melibatkan pastor, Dewan Paroki, serta berbagai komisi dan seksi dengan melibatkan peran aktif orang muda.
Program yang dijalankan meliputi pendidikan dasar bagi anak-anak kampung seperti membaca, menulis, dan berhitung setiap hari Sabtu. Selain itu, paroki juga memberikan dukungan kesejahteraan berupa tambahan gizi, buku, dan alat tulis. Dalam aspek kemanusiaan, perhatian khusus diberikan kepada warga sakit dan kurang mampu melalui berbagai aksi sosial.
Tidak hanya itu, Paroki Santo Thomas Aquinas Amban juga menjalin kerja sama lintas agama yang harmonis dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama lain di Manokwari.
" Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut adalah kegiatan “Kopi Toleransi” yang mempertemukan generasi muda dari berbagai latar belakang untuk membangun kebersamaan. Meski demikian, paroki juga menghadapi sejumlah tantangan internal, terutama dalam menjaga konsistensi kegiatan di tengah kesibukan para relawan yang sebagian besar merupakan mahasiswa dan pekerja" tambahnya.
Keterbatasan tenaga sukarela juga menjadi kendala dalam pendampingan yang berkelanjutan. Menanggapi hal tersebut, Romo Thomas berharap ke depan paroki dapat terus menjadi ruang pembinaan yang inklusif bagi generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....