Tradisi dan Makna Lebaran Ketupat

  • 24 Mar 2026 23:02 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Lebaran Ketupat adalah tradisi masyarakat Muslim Indonesia, khususnya di Jawa, yang dirayakan seminggu setelah Idulfitri (8 Syawal). Tradisi ini menandai selesainya puasa sunah enam hari di bulan Syawal.

Lebaran Ketupat dimaknai sebagai simbol permohonan maaf (ngaku lepat) dan mempererat tali silaturahmi.

Sejarah Tradisi ini diyakini diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga pada abad ke-15 sebagai media dakwah, memadukan nilai Islam dengan budaya lokal. Meskipun berasal dari Jawa, tradisi ini juga ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Singapura dan Malaysia.

Dikutip dari Wikipedia waktu pelaksanaan lebaran ketupat dirayakan pada hari ke-8 bulan Syawal, setelah umat Muslim melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal.

Filosofi dan makna lebaran ketupat, Ngaku Lepat: Ketupat melambangkan "mengakui kesalahan", di mana anyaman janur yang rumit mencerminkan kesalahan manusia, sementara beras putih di dalamnya melambangkan kesucian hati setelah saling memaafkan.

Laku Papat: Berarti empat tindakan: Lebaran (selesai), Luberan (melimpah/sedekah), Leburan (habis dosa/maaf), dan Laburan (menyucikan diri).

Simbol Kebersamaan: Biasanya dirayakan dengan makan bersama ketupat dan sayur santan (opor/sambal goreng) di masjid atau rumah-rumah, melambangkan kebersamaan dan rasa syukur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....