Abrasi Ancam Permukiman, Warga Pasirido Harap Tindakan Nyata
- 24 Mar 2026 17:29 WIB
- Manokwari
RRI. CO. ID, Manokwari — Ancaman abrasi pantai di RT 3 Kampung Pasirido, Kelurahan Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, semakin dirasakan warga setempat. Hingga kini, masyarakat masih menunggu perhatian serius dari pemerintah terkait upaya penanganan kerusakan pesisir yang terus terjadi.
Ketua RT 3, Thomas Kabo, mengungkapkan bahwa warga telah lama mengusulkan bantuan berupa pemasangan batu penahan ombak atau batu tahu. Usulan tersebut bahkan telah disampaikan sejak tahun 2020, namun belum juga terealisasi hingga saat ini.
Ia menuturkan, kondisi gelombang pasang yang kerap terjadi membuat warga diliputi kekhawatiran. Rumah-rumah yang berada di sekitar bibir pantai berpotensi mengalami kerusakan apabila tidak ada penanganan yang tepat.

“Gelombang terus datang dan mengikis daratan. Kalau tidak ada penguatan, rumah warga bisa terancam,” ujarnya, Selasa, 24 Maret 2026.
Thomas menjelaskan, talut yang dibangun sebagai penahan ombak tidak lagi berfungsi optimal. Talut lama yang dibangun sejak puluhan tahun lalu telah mengalami kerusakan, sementara talut yang dibangun pada tahun 2020 kini mulai retak dan berisiko mengalami kerusakan serupa.
Menurutnya, salah satu penyebab cepat rusaknya talut adalah tidak adanya pengurukan tanah sebagai penopang. Akibatnya, struktur talut menjadi tidak kuat dan mudah rusak ketika diterjang ombak besar.
Upaya warga untuk memperjuangkan penanganan abrasi juga telah dilakukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, hingga kini aspirasi tersebut belum mendapatkan tindak lanjut yang jelas dari pihak terkait.
Thomas menilai perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Ia juga berharap adanya sinergi antara pemerintah kelurahan dan distrik agar penanganan abrasi bisa menjadi prioritas pembangunan.
Warga setempat berharap pemerintah dapat segera melakukan langkah mitigasi, termasuk pemasangan batu penahan ombak di sepanjang garis pantai yang terdampak. Dengan begitu, keamanan lingkungan tempat tinggal mereka dapat terjamin.
“Kami hanya ingin ada solusi nyata supaya kami bisa tinggal dengan tenang tanpa rasa takut,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....