Data Luas Panen BPS Jadi Kunci Ketahanan Pangan Daerah

  • 05 Mar 2026 07:20 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat menegaskan bahwa data luas panen memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Hal itu disampaikan dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Manokwari Kamis, 5 Maret 2026, mengangkat tema “Luas Panen: Menjaga Keberlanjutan Produksi Pertanian Daerah.”

Statistisi Ahli Pertama BPS Papua Barat, Nova Noviyana Dewi, menjelaskan bahwa data luas panen merupakan indikator dasar dalam menghitung proyeksi produksi gabah dan beras.

“Data luas panen adalah angka fundamental. Dari sana kita bisa menghitung potensi produksi dan memetakan ketersediaan pangan beberapa bulan ke depan. Tanpa data yang akurat, perencanaan pangan akan sulit dilakukan,” ujarnya.

Nova menambahkan, BPS menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA) yang memadukan teknologi citra satelit dan verifikasi lapangan. Pendekatan ini memungkinkan pengukuran luas panen dilakukan secara objektif dan berbasis koordinat GPS.

“Ini bukan data perkiraan. Kami menggunakan citra satelit yang dipadukan dengan observasi langsung petugas di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Statistisi Ahli Pertama BPS Papua Barat lainnya, Muhammad Reyhan Fadhilla, mengatakan fluktuasi luas panen dipengaruhi berbagai faktor seperti cuaca ekstrem, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga alih fungsi lahan.

“Jika luas panen menurun, maka produksi juga berpotensi turun. Dampaknya bisa memengaruhi pasokan beras dan harga di pasaran,” jelasnya.

Menurut Reyhan, data luas panen juga menjadi rujukan pemerintah dalam menyalurkan pupuk subsidi, bantuan alat pertanian, hingga intervensi kebijakan lainnya agar tepat sasaran.

Dalam dialog tersebut, BPS juga memperkenalkan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis fase pertumbuhan tanaman yang memungkinkan proyeksi produksi dilakukan beberapa bulan sebelum panen.

Melalui kegiatan ini, BPS berharap masyarakat semakin memahami pentingnya data pertanian dalam mendukung stabilitas ekonomi daerah.

“Pengelolaan pertanian berbasis data adalah kunci menjaga ketahanan pangan Papua Barat secara berkelanjutan,” tutup Nova.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....