Putra Daerah Bintuni Dilibatkan Proyek Genting Oil
- 26 Feb 2026 19:36 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. yang berinvestasi di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat lokal di wilayah terdampak operasional. Saat ini, perusahaan telah memasuki tahap konstruksi dan ditargetkan mulai berproduksi pada 2027.
Dalam tahap pembangunan, berbagai fasilitas penunjang produksi tengah dikerjakan, mulai dari kantor, jalan, instalasi pipa, jeti, hingga fasilitas Gas Gathering Station (GGS). Pada proses tersebut, masyarakat lokal turut dilibatkan sebagai tenaga kerja, baik kategori skill maupun semi-skill.
Manager Hubungan Eksternal Genting Oil, Hendy Sahetapi, mengatakan bahwa sebagai bagian dari persiapan operasional, perusahaan telah membuka program magang bagi putra-putri daerah. Tahap pertama program magang telah diberangkatkan pada Senin, 23 Februari 2026, dan dilepas langsung oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy.
Sebelumnya, sosialisasi program magang dilakukan sejak 5 Desember 2025 bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan pemerintah kampung di Distrik Sumuri, Babo, dan Aroba sebagai wilayah terdampak.
Dari 73 pelamar, sebanyak 44 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Namun, hanya 39 peserta yang mengikuti tes tertulis, psikotes, dan wawancara. Dari hasil seleksi tersebut, terpilih 15 peserta terbaik berdasarkan peringkat.
Seluruh peserta yang lolos juga telah menjalani medical check-up dan dinyatakan sehat. Mereka akan menjalani pelatihan sebelum diangkat sebagai karyawan tetap Genting Oil dengan posisi operator produksi.
Perusahaan menargetkan komposisi tenaga kerja sesuai komitmen AMDAL, yakni 70–80 persen berasal dari anak asli Sumuri dan Irarutu. Sementara 15–20 persen lainnya merupakan putra-putri Nusantara yang lahir dan besar di Bintuni dan sekitarnya.
Selain tenaga operator produksi, pada tahap konstruksi Genting Oil juga telah membuka rekrutmen sejak Oktober 2025. Hendy menegaskan, proses penerimaan dilakukan melalui satu pintu.
“Kami selalu membuka lowongan kerja fase konstruksi. Silakan ajukan lamaran melalui Dinas Tenaga Kerja, dan untuk distrik bisa melalui kepala kampung agar memudahkan administrasi,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa Genting Oil bersama kontraktor kerja sama operasi (KSO) telah menyepakati pelibatan minimal 25 persen tenaga kerja lokal sesuai dokumen AMDAL. Hingga kini, sekitar 300 tenaga konstruksi telah bekerja di proyek tersebut.
“Kami menargetkan 1.200 hingga 1.500 pekerja pada tahap konstruksi. Ini baru tahap awal dan ditargetkan selesai pada 2027,” kata Hendy.
Jika kebutuhan 25 persen tenaga lokal belum terpenuhi dari wilayah Ring 1, maka perekrutan akan diperluas ke wilayah Teluk Bintuni lainnya, Papua Barat, hingga nasional.
Terkait lulusan Pusat Pelatihan Industri Migas (P2TIM), pihak perusahaan masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyesuaikan kebutuhan posisi yang tersedia.
Hendy juga menyebut, tiga kontraktor KSO dijadwalkan berkunjung ke Bintuni untuk bertemu Bupati guna membahas pembangunan Gas Gathering Station dalam kurun waktu lima tahun.
“Nantinya gas dari setiap sumur akan dikumpulkan di GGS, kemudian dialirkan ke PT Layar Nusantara Gas yang merupakan proyek Floating LNG atau pabrik terapung gas terbesar di Asia dan pertama di Indonesia,” jelasnya.
PT Layar Nusantara Gas merupakan anak perusahaan dari Genting Energi. Sesuai arahan SKK Migas, seluruh gas produksi akan dialirkan ke fasilitas tersebut.
Proyek ini ditargetkan rampung pada triwulan pertama 2027, dengan pengaliran gas dimulai pada triwulan kedua 2027. Pada periode yang sama, perusahaan juga akan memasuki tahap produksi.
Sementara itu, Kepala Distrik Sumuri, Marsela Inanosa, mengapresiasi langkah perekrutan tersebut. Namun, ia berharap perusahaan juga dapat mengakomodasi lulusan IPS, mengingat sebagian besar putra-putri Sumuri berasal dari jurusan tersebut.
“Memang seleksinya cukup berat dan mensyaratkan jurusan IPA dan Teknik. Kami sudah berkomunikasi dengan pihak perusahaan agar lulusan IPS juga bisa diberi kesempatan,” ujarnya.
Ia menegaskan, masyarakat Ring 1 yang meliputi Distrik Sumuri dan Irarutu (Babo dan Aroba) harus menjadi prioritas utama dalam penerimaan tenaga kerja. Setelah kuota wilayah tersebut terpenuhi, barulah perekrutan dibuka untuk wilayah lain seperti Kota Bintuni.
Direncanakan pada tahap kedua, Genting Oil akan membuka kesempatan magang bagi lulusan IPS. Saat ini, subkontraktor perusahaan juga telah mulai memberikan pelatihan pembekalan bagi peserta yang diterima.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....