Umat Katolik Merayakan Rabu Abu, Pertanda Dimulainya Masa Prapaskah
- 18 Feb 2026 16:45 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Umat Katolik di seluruh dunia khususnya di Manokwari Papua Barat merayakan Rabu Abu atau yang di kenal sebagai Ash Wednesday. Hal ini menandai dimulainya masa Prapaskah tahun ini, pada Rabu 18 Februari 2026. Rabu Abu menjadi awal dari perjalanan tobat dengan puasa dan pantang selama 40 hari sebelum Paskah, sebuah periode yang penuh dengan refleksi dan persiapan rohani.
Dalam homili atau renungan yang di bawakan oleh Pastor Paroki Immanuel Sanggeng, Pater Philipus Sidik OSA mengatakan, bahwa sebagai rang-orang yang mengikuti Kristus, kita membutuhkan jalan-selalu kembali kepada-Nya melalui pertobatan. Jalan pertobatan dengan berpantang dan berpuasa selama masa khusus Pra Paskah merupakan kesempatan untuk meluruskan jalan hidup kita sebagaimana dikehendaki Tuhan: Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa! Maka, dosa dan aneka penyimpangan dari kebaikan serta kebenaran hidup tidak mesti membuat kita terpuruk dan seakan tidak dapat bangkit kembali. Tumpulnya hati nurani sekalipun tidak harus kehilangan pegangan kita kepada Tuhan yang memanggil kita untuk kembali kepada-Nya.
Panggilan itu adalah untuk bercahaya di depan orang sehingga mereka dapat melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Tuhan (bdk. Mt. 5: 16). Inilah panggilan hidup sejati untuk menyadari dan percaya betapa mahaluas dan mahadalam belaskasih Tuhan yang mengangkat kembali kita dari kegalauan hidup yang bergelimang dosa.
Inilah panggilan hidup sejati yang berpangkal mula dari Tuhan sendiri yang memungkinkan kita berpengharapan sambil terus berlangkah maju menjadi berkat bagi sesama! Inilah kesempatan untuk tidak menyia-nyiakan gaung Tahun Yubileum Pengharapan 2025 lalu agar merawat hidup dengan sepantas-pantasnya sebagai makhluk bermartabat.
" Jalan pertobatan dengan berpantang dan berpuasa selama masa khusus Pra Paskah merupakan kesempatan untuk meluruskan jalan hidup kita sebagaimana dikehendaki Tuhan: Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa! Maka, dosa dan aneka penyimpangan dari kebaikan serta kebenaran hidup tidak mesti membuat kita terpuruk dan seakan tidak dapat bangkit kembali" ujarnya.
Seperti diketahui dalam Kitab Suci mengisahkan abu sebagai tanda pertobatan, misalnya pada pertobatan Niniwe. Di atas semua itu, diingatkan bahwa umat-Nya diciptakan dari debu tanah dan suatu saat nanti akan mati dan kembali menjadi debu. Oleh karena itu, pada saat menerima abu di gereja akan mendengar ucapan dari Pater, "Bertobatlah, dan percayalah kepada Injil".
Misa yang di lakukan di Paroki Immanuel Sanggeng ini, berjalan dengan lancar, sehingga untuk mengantisipasi membludaknya umat saat beribadah, maka pihak paroki menyelenggarakan Misa Rabu Abu ini sebanyak dua kali misa, yakni Pagi pukul 08.00 pagi dan sore hari pukul 18.00 WIT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....