Remaja Paham Perilaku Beresiko dalam Pergaulan
- 17 Feb 2026 09:15 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Perilaku berisiko pada remaja adalah tindakan yang dapat membahayakan kesehatan fisik, mental, maupun masa depan remaja. Hal ini menjadi obrolan menarik bersama Silvia Yuliana Eberjewen, Duta GenRe Putri Provinsi Papua Barat dan Ishak Samuel Kareth , Duta GenRe Putra Provinsi Papua Barat, pada program Bisik Pa Duta Produa Manokwari.
Menurut Silvia dan Ishak , mabuk -mabukkan dan berbohong contoh dari perilaku yang sering dilakukan remaja di Manokwari, berbohong pada remaja sering dianggap hal kecil, tetapi jika menjadi kebiasaan, ini termasuk perilaku berisiko karena dapat berdampak pada masa depan, hubungan sosial, dan perkembangan karakter.
Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada fase ini terjadi banyak perubahan fisik, emosional, dan sosial yang membuat remaja lebih rentan melakukan perilaku berisiko.
FOMO (Fear of Missing Out) adalah rasa takut tertinggal tren, informasi, atau pengalaman yang sedang dialami orang lain—terutama di media sosial. Menurut Ishak dan Silvia pada remaja, FOMO bisa mendorong perilaku berisiko karena dorongan kuat untuk “ikut-ikutan” agar tidak merasa tersisih.
FOMO pada remaja dapat memicu berbagai perilaku berisiko, baik secara fisik, sosial, maupun psikologis. Edukasi dan pendampingan sangat penting agar remaja mampu menggunakan media sosial secara sehat.
Remaja mudah terpengaruh oleh situasi karena kombinasi faktor lingkungan sosial dan perkembangan teknologi. Oleh karena itu menurut Silvia, diperlukan Pengawasan dan komunikasi yang baik dari keluarga, Edukasi literasi digital dan Lingkungan pertemanan yang positif.
Menurut Ishak keluarga yang harmonis ditandai dengan komunikasi yang terbuka, hangat, dan saling menghargai. Komunikasi yang baik membantu anak merasa aman, didengar, dan dihargai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....