Mengapa Tahun Baru Imlek Identik dengan Warna Merah dan Barongsai

  • 17 Feb 2026 18:58 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Tahun Baru Imlek selalu identik dengan nuansa warna merah dan pertunjukan barongsai yang meriah. Kedua unsur ini bukan sekadar hiasan atau hiburan, tetapi memiliki makna filosofis yang mendalam dalam tradisi masyarakat Tionghoa.

Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, warna merah dipercaya sebagai simbol keberuntungan, kebahagiaan, serta penolak bala. Tradisi ini berakar dari legenda kuno tentang makhluk buas bernama Nian yang konon muncul setiap pergantian tahun dan menakuti masyarakat.

Menurut cerita rakyat Tiongkok, Nian takut pada warna merah, cahaya terang, dan suara bising. Karena itu, masyarakat memasang dekorasi merah, menyalakan lampion, serta menyalakan petasan untuk mengusir roh jahat dan membawa harapan baik di tahun yang baru.

Selain warna merah, pertunjukan Barongsai juga menjadi bagian penting dalam perayaan Imlek. Tarian tradisional ini melambangkan keberanian, kekuatan, dan keberuntungan. Gerakan lincah barongsai yang diiringi tabuhan tambur dan simbal diyakini mampu mengusir energi negatif sekaligus membawa berkah bagi tempat yang dikunjungi.

Di Indonesia, khususnya di Manokwari, perayaan Imlek dan pertunjukan barongsai semakin semarak sejak pemerintah menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional. Sejumlah kelenteng, pusat perbelanjaan, hingga ruang publik di berbagai daerah menggelar atraksi barongsai sebagai simbol sukacita menyambut tahun baru.

Dengan demikian, warna merah dan barongsai bukan sekadar ornamen perayaan, melainkan simbol harapan akan keberuntungan, kemakmuran, serta perlindungan dari hal-hal buruk di tahun yang baru.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....