Imlek 2026 di Manokwari Tegaskan Harmoni Nusantara dan Kepedulian

  • 17 Feb 2026 18:59 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kota Manokwari berlangsung dalam semangat kebersamaan dan harmoni lintas masyarakat. Momentum tersebut tidak hanya dimaknai sebagai tradisi budaya masyarakat Tionghoa, tetapi juga sebagai ruang mempererat persatuan dalam keberagaman di Tanah Papua. Ini dikatakan oleh Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Manokwari, Alexander Irsiandi, pada selasa 17 Februari 2026.

Kepada RRI ia mengatakan, bahwa perayaan Imlek tahun ini mengusung tema Imlek Nusantara Harmoni. Tema tersebut menegaskan bahwa Imlek adalah perayaan bersama seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya.

“Imlek bukan hanya milik masyarakat keturunan Tionghoa, tetapi menjadi perayaan bersama seluruh masyarakat Nusantara, khususnya di Tanah Papua dan Kota Manokwari,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Imlek Nusantara mencerminkan proses pembauran yang telah lama terjalin antara masyarakat Tionghoa dan masyarakat asli Papua. Di Manokwari, hubungan sosial dan interaksi ekonomi antara kedua komunitas tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang saling melengkapi.

Dalam rangkaian perayaan Imlek 2026, PSMTI Manokwari juga menaruh perhatian pada aspek sosial. Bentuk kepedulian diwujudkan melalui kegiatan berbagi kepada masyarakat kecil, termasuk pedagang kaki lima dan warga yang berjualan di pinggir jalan. Mereka dinilai sebagai kelompok yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah tantangan ekonomi.

Alexander menegaskan bahwa perayaan Imlek tahun ini juga menjadi refleksi atas kondisi ekonomi yang sedang menghadapi tekanan. Karena itu, semangat Imlek diharapkan mampu menjadi energi positif bagi seluruh masyarakat untuk bangkit bersama.

“Di tengah kondisi ekonomi yang saat ini mulai mengalami penurunan, Imlek diharapkan menjadi momentum kebersamaan sebagai warga negara Indonesia untuk bersatu membangun harmoni ekonomi yang lebih stabil dan maju ke depan,” katanya.

Ia juga menjelaskan makna simbolik warna merah yang identik dengan perayaan Imlek. Warna merah, menurutnya, melambangkan sukacita, keberanian, dan harapan baru. Nilai tersebut sejalan dengan makna warna merah pada bendera Merah Putih sebagai simbol keberanian bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Berbeda dengan suasana duka cita yang identik dengan warna hitam atau putih, Imlek dirayakan dengan warna merah sebagai simbol kegembiraan dan sukacita,” tuturnya.

Lebih lanjut, Alexander menyampaikan bahwa secara esensial, perayaan Imlek memiliki makna yang sejalan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru, yakni ungkapan rasa syukur atas perjalanan hidup serta harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang.

Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada 17 Januari diharapkan menjadi wadah kebersamaan seluruh komponen masyarakat di Tanah Papua, khususnya di Kota Manokwari. PSMTI Manokwari berharap nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan gotong royong yang diusung dalam perayaan ini dapat terus dirawat dalam kehidupan sosial sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....