Ketimpangan Pengeluaran Papua Barat September 2025 di Angka 0,383

  • 16 Feb 2026 13:30 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Papua Barat pada September 2025 berada di angka 0,383. Data tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang cukup mencolok antara wilayah perdesaan dan perkotaan.

Dalam laporan yang diterima RRI, Senin (16/2/2026), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat dijabat oleh Ir. Merry, MP menyebutkan bahwa ketimpangan di wilayah perdesaan lebih tinggi dibandingkan perkotaan.

“Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,289, dan Gini Ratio wilayah perdesaan sebesar 0,418,”. Ujarnya.

Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah tercatat sebesar 18,65 persen. Angka tersebut secara umum menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan di Papua Barat masih berada dalam kategori rendah.

“Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 22,83 persen yang berarti tergolong ketimpangan rendah. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 17,81 persen, yang berarti tergolong dalam ketimpangan rendah,” tambahnya.

Meski secara makro masih tergolong rendah, perbedaan angka antara desa dan kota menjadi perhatian tersendiri. Kondisi ini mencerminkan dinamika distribusi pengeluaran masyarakat di berbagai wilayah Papua Barat yang perlu terus dipantau sebagai bahan evaluasi kebijakan ekonomi ke depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....