Flora Malesiana Jadi Ajang Edukasi Lingkungan Generasi Muda
- 12 Feb 2026 10:50 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - World Resources Institute (WRI) Indonesia turut ambil bagian dalam The 12th International Flora Malesiana Symposium sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan kegiatan internasional tersebut. Hal ini disampaikan Seriany Tonglo, Papua Sustainable Livelihood & Community Outreach Sr. Analyst WRI Indonesia, dalam wawancara bersama RRI pada Rabu, 11 Februari 2026.
Seriany menjelaskan, keterlibatan WRI Indonesia dalam forum tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua. Sebagai lembaga riset, WRI Indonesia berperan memberikan dukungan berbasis data dan hasil kajian ilmiah yang dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.
Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah program yang telah dijalankan WRI Indonesia bersama pemerintah dan berbagai institusi di Tanah Papua.
“Ada beberapa program yang sudah dilakukan WRI Indonesia bersama pemerintah dan juga instutisi yaitu lingkar belajar Tanah Papua, GIS Club Tanah Papua, Badan kolaborasi lintas provinsi, Papuan leaders bootcamp dan yang terakhir ada kegiatan jelajah Tanah Papua,” jelasnya.
Program Lingkar Belajar Tanah Papua, lanjutnya, menjadi salah satu inisiatif yang menyasar anak muda, mahasiswa, serta masyarakat umum untuk belajar bersama mengenai isu pembangunan berkelanjutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid, baik daring maupun luring, dan bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Papua (UNIPA), Universitas Cenderawasih, Universitas Otto Geissler, serta Universitas Musamus di Papua Selatan.
Menurut Seriany, melalui berbagai program tersebut, WRI Indonesia berupaya membuka ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar akademisi, peneliti, organisasi non-pemerintah, serta masyarakat luas. Hasil riset yang dimiliki WRI Indonesia diharapkan dapat menjadi rujukan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
“Kami berharap ke depan ada lebih banyak kesempatan untuk bekerja bersama, berbagi informasi, serta memperkuat sinergi demi kepentingan pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung pameran, Eka Iriyanti, guru SD Yapis 02 Manokwari, mengaku sengaja membawa murid-muridnya untuk mengenal lebih dekat kekayaan hutan Papua. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi yang sangat baik untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Eka mengungkapkan, para siswa terlihat antusias saat mengunjungi setiap stan pameran. Mereka ingin mengetahui lebih jauh tentang kekayaan alam yang dimiliki serta memahami peran yang dapat mereka lakukan di masa depan.
“Saya bersyukur dengan adanya pameran ini memberikan wawasan yang luas bagi kami, terutama anak-anak siswa SD kami tentang bagaimana cara melindungi, menjaga, dan melestarikan hutan ini,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada satu momentum saja, melainkan terus berlanjut di masa mendatang. Menurutnya, pameran seperti ini menjadi media penting untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas tentang betapa pentingnya menjaga hutan Papua sebagai warisan yang harus dilestarikan bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....