Mengenal Bahaya Vocal Overuse bagi Penyiar
- 05 Feb 2026 12:40 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Menjadi penyiar memang menuntut profesionalisme dan stamina suara yang prima. Namun, menjaga suara bukan berarti mengurangi semangat siaran, justru sebaliknya, dengan suara yang sehat, kualitas siaran akan semakin optimal. Bagi profesi penyiar suara adalah investasi.
Penyiar atau presenter yang sakit sangat disarankan untuk istirahat. Memaksakan diri bekerja saat sakit, terutama sakit tenggorokan atau flu, dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik, mental, serta kualitas siaran.
Bagi seorang penyiar, suara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan aset utama yang harus dijaga. Sayangnya, masih banyak yang belum menyadari bahwa penggunaan suara secara berlebihan tanpa jeda istirahat bisa membawa dampak serius.
Istilah medisnya adalah vocal overuse, dan bila terus diabaikan, bisa mengarah pada kerusakan pita suara permanen. Dikutip dari National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) , Penyiar kerap bekerja dalam durasi panjang, terkadang tanpa istirahat suara yang cukup. Sering kali harus tetap berbicara meski sedang kurang sehat, flu, atau cuaca tidak mendukung. Tekanan untuk tetap terdengar ceria dan energik di udara menambah beban pada otot vokal.
Jika dibiarkan berlarut, vocal overuse bisa menimbulkan gangguan kronis, antara lain: Radang pita suara (laringitis kronis), nodul atau polip pada pita suara, suara parau berkepanjangan, ketegangan otot leher dan bahu.
Penyiar harus menjaga kesehatan fisik dan mental, termasuk istirahat yang cukup agar tetap lincah dan aktif. Suara adalah aset utama bagi seorang penyiar, sehingga memaksakan diri bekerja saat sakit adalah tindakan yang kontraproduktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....