2025 Jadi Tahun Terpanas Ketiga Sepanjang Sejarah Pencatatan
- 21 Jan 2026 09:45 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Tahun 2025 secara resmi tercatat sebagai tahun terpanas ketiga dalam sejarah pencatatan suhu global, hanya di bawah 2024 dan 2023, menurut data iklim terbaru dari beberapa lembaga meteorologi internasional. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dan layanan Copernicus dari Uni Eropa menunjukkan bahwa suhu rata-rata permukaan bumi tetap pada level yang sangat tinggi meskipun kondisi La Niña yang mendinginkan sebagian zona global.
Dilansir dari Reuters, Data Copernicus menunjukkan bahwa suhu global pada 2025 tetap sangat tinggi, dengan statistik menempatkan tahun ini sebagai tahun ketiga terpanas sejak dimulainya catatan suhu abad ke-19. Tren pemanasan ini tidak terlepas dari konsentrasi gas rumah kaca yang terus meningkat di atmosfer bumi akibat aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil.
Menurut WMO, meskipun ada variasi dalam metode pengukuran dan sumber data, sebanyak enam dari delapan dataset iklim global mendudukkan 2025 sebagai tahun ketiga terpanas, sementara dua lainnya bahkan memberikan peringkat lebih tinggi. Namun, semua data sepakat bahwa tiga tahun terakhir (2023-2025) merupakan tiga terpanas yang pernah tercatat secara konsisten.
Fenomena pemanasan global ini berdampak pada berbagai kondisi cuaca ekstrem di seluruh dunia. Suhu permukaan laut yang tinggi, gelombang panas yang intens, dan pola cuaca yang tidak menentu semakin sering terjadi, menimbulkan ancaman terhadap kesehatan manusia, pertanian, infrastruktur, dan ekosistem. Para ilmuwan menekankan bahwa tren ini merupakan “alarm” akan perubahan iklim yang semakin cepat.
| Baca juga: Pengawasan Ruang Digital pada Anak |
Para pakar iklim memperingatkan bahwa pencapaian tiga tahun terpanas berturut-turut menunjukkan bahwa batas suhu 1,5 °C di atas tingkat pra-industri yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris sedang terancam dilampaui lebih cepat dari prediksi semula. Tren pemanasan yang terus berlanjut menunjukkan bahwa upaya mitigasi iklim perlu segera ditingkatkan untuk mencegah konsekuensi yang lebih parah.
Pencatatan suhu 2025 sebagai tahun terpanas ketiga sepanjang sejarah bukan hanya angka statistik, tetapi menandakan bahwa laju pemanasan global tetap kuat meskipun variasi iklim sementara seperti La Niña terjadi. Data historis ini menjadi pengingat tentang pentingnya aksi global bersama untuk menurunkan emisi dan melindungi planet demi generasi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....