Asal Usul Vegan, hingga Gaya Hidup Global

  • 28 Des 2025 12:50 WIB
  •  Manokwari

KBRR, Manokwari : Istilah vegan berawal dari Inggris pada tahun 1944 ketika Donald Watson bersama sekelompok anggota Vegetarian Society membentuk organisasi baru bernama The Vegan Society.

Dilansir dari The Vegan Society, Mereka memisahkan diri karena tidak sepakat dengan praktik konsumsi produk hewani seperti susu, mentega, dan telur yang masih diperbolehkan dalam vegetarianisme saat itu.

Untuk menandai identitas gerakan baru tersebut, Watson menciptakan kata “vegan” dari potongan huruf awal dan akhir kata vegetarian, yang dimaknai sebagai “awal dan akhir vegetarianisme”.

Pada mulanya, veganisme lebih dipandang sebagai gerakan etika yang menolak eksploitasi hewan dalam bentuk apa pun — bukan hanya makanan, tetapi juga pakaian, kosmetik, dan produk turunan lainnya.

Para pendirinya menekankan bahwa penderitaan hewan dalam industri peternakan tidak selaras dengan nilai kemanusiaan dan welas asih. Karena itu, veganisme pada masa awal berkembang sebagai kritik moral terhadap praktik komersial berbasis hewan.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan kajian lingkungan, makna veganisme meluas. Banyak peneliti mulai menyoroti dampak produksi hewani terhadap emisi gas rumah kaca, penggunaan lahan, serta krisis pangan global.

Dari sini, veganisme tidak lagi hanya dikaitkan dengan etika hewan, tetapi juga dengan isu keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Beberapa studi kemudian menunjukkan bahwa pola makan nabati dapat berkontribusi pada pengurangan risiko penyakit tertentu jika diterapkan secara seimbang.

Kini, veganisme telah bertransformasi menjadi gerakan gaya hidup global. Ia berkembang ke berbagai bidang—mulai dari industri kuliner, fesyen ramah lingkungan, hingga inovasi plant-based food.

Meski masih memunculkan perdebatan, veganisme telah membentuk cara pandang baru tentang relasi manusia, hewan, dan alam.

Akar sejarahnya menunjukkan bahwa gerakan ini lahir bukan sekadar tren diet, tetapi sebagai refleksi etis, sosial, dan ekologis yang terus berevolusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....