MBG di Papua Barat Mulai Manfaatkan Pangan Lokal

  • 14 Jul 2026 22:24 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Barat mulai mengintegrasikan pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari menu yang disajikan kepada para siswa. Langkah ini dilakukan untuk mendukung petani dan pelaku usaha lokal sekaligus memanfaatkan potensi pangan khas daerah.

Kepala Bagian Gizi Nasional wilayah Papua Barat Erika Vionita Warinusa mengatakan, setiap dapur pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menjadwalkan penyajian menu berbahan pangan lokal. Namun, penerapannya masih disesuaikan dengan kondisi di lapangan, terutama terkait minat siswa terhadap menu yang disediakan.

Menurutnya, pada awalnya menu pangan lokal direncanakan hadir satu kali setiap pekan. Akan tetapi, rendahnya tingkat penerimaan dari sebagian siswa membuat jadwal tersebut di beberapa lokasi harus dikurangi menjadi satu kali dalam sebulan.

"Kalau pangan lokal sendiri, teman-teman selalu memberikan satu minggu sekali pelayanan untuk produksi pangan lokal. Namun, minat penerima manfaat, yakni anak sekolah, masih kurang. Karena itu, jadwal yang awalnya seminggu sekali terkadang menjadi sebulan sekali," ujarnya.

Selain faktor selera siswa, ketersediaan bahan pangan lokal di pasar juga menjadi tantangan. Ketika beberapa dapur secara bersamaan membutuhkan komoditas yang sama, pasokan di pasar kerap tidak mampu memenuhi permintaan.

Saat ini, bahan pangan lokal yang paling banyak dimanfaatkan dalam menu MBG adalah daun singkong dan daun kasbi. Kedua jenis sayuran tersebut dinilai lebih disukai siswa dibandingkan menu berbahan kangkung maupun olahan ubi-ubian.

Pihak Gizi Nasional Papua Barat menegaskan akan terus mengembangkan pemanfaatan pangan lokal dalam Program MBG secara bertahap. Pelaksanaan program tetap memperhatikan kualitas menu, ketersediaan bahan baku, serta tingkat penerimaan siswa agar tujuan peningkatan gizi sekaligus pemberdayaan petani dan pelaku usaha lokal dapat berjalan optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....