Khotbah Idul Fitri 1447 Hijriah Ajak Umat Saling Memaafkan

  • 21 Mar 2026 15:23 WIB
  •  Manokwari

RRI, CO. ID, Manokwari — Ribuan umat Muslim memadati RTP Borarsi untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu, 21 Maret 2026 sebagai penanda kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan. Momentum hari raya ini dimaknai sebagai kembalinya umat kepada fitrah, setelah ditempa dengan puasa, salat, dan peningkatan ketakwaan.

Pelaksanaan salat berlangsung khusyuk dengan imam M. Asrafil Woretma, sementara khutbah disampaikan oleh H. Aziz Hegemur. Jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dalam suasana penuh kebersamaan.

Dalam khutbahnya, Aziz Hegemur mengajak umat Islam menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk saling memaafkan dan membersihkan hati. Ia menegaskan bahwa memaafkan sesama merupakan amalan utama di hari yang suci.

“Jika kita ingin diampuni Allah, maka kita harus belajar memaafkan orang lain. Karena dosa kepada sesama manusia tidak akan selesai kecuali dengan saling memaafkan,” ujarnya.

Ia mengutip Surah An-Nur ayat 22 yang mengajarkan pentingnya memaafkan dan berlapang dada agar memperoleh ampunan dari Allah. Menurutnya, hubungan antarsesama manusia harus diperbaiki karena kesalahan yang berkaitan dengan sesama tidak akan selesai tanpa adanya saling memaafkan.

Aziz juga mengingatkan masih adanya sikap menyimpan dendam, sakit hati, dan kebencian yang dapat merusak hubungan keluarga, persahabatan, hingga kehidupan bertetangga.

“Berapa banyak hubungan keluarga yang renggang, tetangga yang saling diam, hingga sahabat yang menjauh hanya karena hati yang belum dibersihkan. Di hari yang suci ini, mari kita buka hati dan saling memaafkan dengan tulus,” katanya.

Selain itu, ia mengutip Surah As-Syams ayat 9–10 yang menegaskan bahwa keberuntungan diperoleh oleh orang yang mampu menyucikan jiwanya. Ia menekankan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada harta atau jabatan, melainkan pada hati yang bersih.

“Kebahagiaan bukan pada apa yang kita miliki, tetapi pada hati yang bersih dari iri, dengki, dan kebencian,” ucapnya.

Aziz turut mengingatkan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, yaitu hati. Jika hati baik, maka seluruh perbuatan akan baik, dan sebaliknya.

Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk memanfaatkan Idul Fitri sebagai momen memperbaiki hubungan dengan orang tua. Hal ini sejalan dengan perintah dalam Surah Al-Isra ayat 23 tentang kewajiban berbakti kepada ayah dan ibu.

“Selagi orang tua kita masih ada, muliakan mereka. Jangan sampai penyesalan datang ketika kita sudah tidak memiliki kesempatan lagi,” ujarnya.

Menutup khutbahnya, Aziz Hegemur mengajak umat Islam untuk tidak menjadikan Idul Fitri sekadar perayaan, tetapi sebagai titik awal meningkatkan ketakwaan dan menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan.

“Jadikan Idul Fitri sebagai awal kehidupan yang lebih baik, bukan sekadar kembali seperti sebelum Ramadan,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....