Posko Terpadu Angkutan Lebaran Rendani Mulai Beroperasi

  • 13 Mar 2026 14:06 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Posko Terpadu Angkutan Lebaran Tahun 2026 di Bandara Rendani Manokwari mulai beroperasi selama 18 hari, terhitung sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Posko ini dibuka untuk memastikan pelayanan penerbangan, penumpang, dan kargo selama periode mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Selama pelaksanaan posko, petugas akan melakukan berbagai langkah pengawasan dan pelayanan, mulai dari memastikan kesiapan operasional penerbangan, melakukan penyesuaian personel serta sarana prasarana apabila terjadi lonjakan pergerakan pesawat, hingga melaporkan data pergerakan pesawat, penumpang dan kargo setiap hari melalui aplikasi yang telah ditentukan.

Kepala Kantor BLU UPBU Kelas II Rendani Manokwari, Herman Sujito, mengatakan posko terpadu ini juga menjadi pusat koordinasi berbagai instansi terkait dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan angkutan udara selama masa Lebaran.

Menurutnya, setiap kejadian penting selama operasional angkutan Lebaran juga akan dilaporkan oleh petugas posko, seperti keterlambatan penerbangan di atas 30 menit, penanganan penumpang yang melebihi kapasitas terminal, insiden pesawat, hingga adanya penerbangan tambahan maupun perubahan jadwal.

“Petugas posko juga wajib melaporkan kejadian penting yang terjadi selama operasional penerbangan, sehingga penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujar Herman.

Ia menambahkan, pelaksanaan posko terpadu melibatkan sejumlah instansi seperti Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX Manokwari, Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, BPBD, Lanud Manokwari, Stasiun BMKG Rendani, Polsek Bandara, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Manokwari, serta unsur TNI yang diperbantukan.

Herman juga mengingatkan seluruh petugas untuk terus memantau perkembangan cuaca yang belakangan sering hujan dan disertai angin, sehingga keselamatan penerbangan tetap menjadi perhatian utama.

Selain itu, ia meminta petugas memberikan penjelasan kepada penumpang terkait harga tiket pesawat, terutama bagi yang membeli melalui agen perjalanan maupun secara daring yang memiliki rute transit berbeda.

“Petugas harus bisa menjelaskan kepada penumpang mengenai perbedaan harga tiket, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” katanya.

Ia memperkirakan puncak arus mudik Lebaran melalui Bandara Rendani Manokwari kemungkinan terjadi pada akhir pekan menjelang libur sekolah, yakni pada hari Sabtu dan Minggu sebelum masa libur dimulai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....