Sekolah Rakyat 44 Minahasa Bekali Siswa Materi "Etika Bicara & Bijak di Medsos".
- 11 Sep 2026 08:15 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 44 Minahasa memberikan pembekalan khusus kepada siswa melalui materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Materi bertajuk "Etika Bicara & Bijak Menghadapi Komentar di Media Sosial" disampaikan oleh unsur Jurnalis, Harto Merentek.
Kepala SRMA 44 Minahasa, Dr. Jefta Johannes Makikui, S.Pd., M.Pd., mengatakan materi ini penting diberikan agar siswa mampu menjadi generasi digital yang cerdas dan berkarakter.
"Di era digital ini, lidah dan jempol adalah dua senjata. Apa yang kita ucapkan dan kita ketik bisa membangun atau menghancurkan orang lain. Karena itu siswa harus dibekali etika," ujar Dr. Jefta.
Dalam pemaparannya, Harto Merentek mengajak siswa memahami bahwa ucapan adalah cerminan hati dan karakter. Ia mengutip Amsal 15:1 "Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman" dan Mazmur 34:14 "Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu".
Siswa diajarkan 5 Prinsip Etika Bicara "5J :
- JUJUR - Katakan yang benar
- JELAS - Bicara to the point
- JUNJUNG SOPAN SANTUN- Pakai "tolong, maaf, terima kasih"
- JAGA WAKTU - Tahu kapan bicara dan kapan diam
- JAGA ISI - Hindari gosip, bully, dan kata kasar
Untuk menghadapi media sosial, siswa dibekali teknik "STOP & PIKIR" saat menerima komentar negatif:
S - Stop, jangan langsung balas saat emosi
T - Tanya, apakah perlu dibalas
O - Optimal, balas dengan fakta dan sopan atau abaikan
P - Proteksi, blokir, laporkan, dan cerita ke guru/orang tua
Selain itu siswa diingatkan dengan prinsip "JARI BERTANGGUNG JAWAB". Sebelum posting atau komentar harus bertanya: Benarkah? Baikkah? Perlukah?
"Ingat, apa yang kamu tulis di internet tidak akan pernah hilang," tegas pemateri, Harto Merentek.
Di sesi penutup, siswa diajak menggunakan media sosial untuk 3 hal: BELAJAR mencari ilmu, BERKARYA menunjukkan prestasi Sekolah Rakyat 44, dan BERKAT menebar hal positif.
Kegiatan MPLS ditutup dengan sesi tanya jawab dan ice breaking dengan studi kasus penanganan cyberbullying.
"Di dunia nyata kita jaga sikap. Di dunia maya kita jaga etika," pungkas Harto Merentek.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....