Hadapi Cuaca Panas, Minahasa Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla
- 31 Agt 2026 18:21 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Minahasa – Pemerintah Kabupaten Minahasa memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), menyusul kondisi cuaca panas dan kering yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Penguatan kesiapsiagaan dilakukan melalui koordinasi dan sinergi lintas sektor, sekaligus memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi kemungkinan terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Minahasa.
Upaya tersebut terlihat dalam Apel Gelar Pasukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mengantisipasi dan menanggulangi Karhutla di wilayah Kodim 1302/Minahasa. Kegiatan berlangsung di Lapangan Manguni Sasaran, Senin (31/8/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Lynda D. Watania, hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Minahasa. Sekda didampingi Kepala BPBD Kabupaten Minahasa, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Minahasa.
Apel tersebut menjadi momentum untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesiapan menghadapi potensi Karhutla. Kesiapan tidak hanya menyangkut personel dan peralatan, tetapi juga pola komunikasi serta mekanisme respons cepat ketika terjadi keadaan darurat.
Dalam sambutan Bupati Minahasa Robby Dondokambey, yang disampaikan pada kegiatan tersebut, ditegaskan bahwa Karhutla merupakan ancaman yang perlu diantisipasi secara serius. Kebakaran tidak hanya berdampak terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial.
Terlebih dalam kondisi cuaca panas dan kering, api berpotensi menyebar dengan cepat apabila tidak segera ditangani. Karena itu, pencegahan, pemantauan, dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam upaya mengantisipasi Karhutla.
“Kesiapsiagaan, pencegahan dini, serta kecepatan dalam melakukan penanganan menjadi kunci utama agar setiap potensi kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” tegas Bupati.
Menurut Bupati, apel gelar pasukan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan personel, peralatan, serta mekanisme koordinasi benar-benar siap digunakan ketika terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat.
Bupati juga mengapresiasi keterlibatan Kodim 1302/Minahasa, Polres Minahasa, BPBD, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, perangkat daerah terkait, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan.
Dalam penanganan Karhutla, sinergi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting. TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat perlu bergerak bersama dengan komunikasi yang cepat serta pembagian tugas yang jelas hingga tingkat desa dan kelurahan.
Masyarakat juga diajak mengambil bagian dalam mencegah terjadinya Karhutla. Warga diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Kita harus mengedepankan prinsip mencegah lebih baik daripada menanggulangi,” ujar Bupati.
Untuk memperkuat pencegahan, patroli dan pemantauan di wilayah yang memiliki potensi rawan kebakaran perlu dilakukan secara konsisten. Kesiapan personel dan peralatan juga harus terus dipastikan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Bupati berpesan kepada seluruh personel yang terlibat dalam kesiapsiagaan dan penanggulangan Karhutla agar mengutamakan keselamatan dalam menjalankan tugas. Disiplin, profesionalisme, serta koordinasi juga harus terus dikedepankan dalam setiap penanganan di lapangan.
Melalui apel gelar pasukan tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa bersama seluruh unsur terkait meneguhkan komitmen membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko Karhutla sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan.
Dengan kesiapsiagaan yang kuat, koordinasi lintas sektor yang solid, serta kepedulian masyarakat, potensi Karhutla di wilayah Minahasa diharapkan dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin.
(Jeff Assa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....