Dinas Kesehatan Ingatkan Kemarau Panjang Picu Ancaman Penyakit
- 28 Agt 2026 12:06 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Dinas Kesehatan Sulawesi Utara mengingatkan masyarakat mewaspadai penyakit sensitif iklim selama kemarau panjang. Penyakit tersebut meliputi demam berdarah, malaria, diare, kolera, tifoid, leptospirosis, serta gangguan kesehatan mata.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut dr. Lidya Evalien Tulus menjelaskan ancaman tersebut berkaitan kondisi lingkungan. Ia menyebut genangan air dan sisa air dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab penyakit.
"Kalau penyakit yang terkait penyakit sensitif iklim, di musim kemarau itu kita harus waspadai," ucapnya.
Penyakit berbasis vektor yang disebutkan meliputi demam berdarah dan malaria akibat perkembangbiakan nyamuk. Ancaman penyakit tersebut juga perlu diperhatikan ketika musim kemarau memasuki masa peralihan menuju musim hujan.
"Dan ini masih harus kita waspadai karena dia akan meningkat di peralihan musim. Dari musim kemarau menuju musim hujan dan pada saat musim kemarau itu masih panjang," ucap dr. Lidya.
Gangguan ketersediaan air bersih juga berkaitan dengan munculnya diare, kolera, tifoid, serta leptospirosis. Kondisi kekeringan panjang dapat mengurangi ketersediaan air bersih sekaligus memperburuk sanitasi lingkungan masyarakat.
"Selain itu tentu penyakit tular yang disebabkan gangguan di air bersih atau ketersediaan air bersih yang berkurang," katanya.
Kondisi tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya keluhan mata merah dan konjungtivitis masyarakat. Keluhan lainnya meliputi hordeolum atau bilolo yang dikenal masyarakat dengan sebutan sehari-hari tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....