Melalui Problem Solving, Polsek Mapanget Selesaikan Perselisihan Ayah dan Anak

  • 26 Agt 2026 14:27 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Polsek Mapanget melalui personel piket SPKT melaksanakan problem solving dalam rangka menyelesaikan laporan pengaduan masyarakat terkait perselisihan antara orang tua dan anak di Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin 24 Agustus 2026 sekitar pukul 12.00 WITA di Mapolsek Mapanget. Problem solving dipimpin Kaspk Aiptu Sjamuddin bersama Aiptu Erick Yudha dan anggota SPK.

Perselisihan tersebut berawal pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 01.00 WITA, ketika terjadi keributan antara seorang ayah dan anak di Kelurahan Mapanget Barat Lingkungan I. Saat personel tiba di lokasi, keduanya dalam kondisi dipengaruhi minuman keras sehingga kemudian diamankan ke Mapolsek Mapanget untuk mencegah situasi berkembang dan dilakukan mediasi.

Dalam proses penyelesaian, personel memberikan imbauan kamtibmas serta nasihat kepada terlapor, termasuk pemahaman mengenai dampak dan konsekuensi hukum dari perbuatannya. Terlapor kemudian mengakui kesalahannya di hadapan orang tua selaku pelapor.

Setelah dilakukan mediasi, pihak orang tua memaafkan perbuatan terlapor. Terlapor selanjutnya membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

Ka SPK Aiptu Sjamuddin mengatakan, problem solving merupakan salah satu upaya kepolisian dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat secara persuasif dan mengedepankan pendekatan kekeluargaan.

“Permasalahan ini telah diselesaikan melalui mediasi. Kami memberikan pembinaan dan pemahaman kepada pihak yang berselisih agar tidak mengulangi perbuatannya serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Aiptu Sjamuddin.

Dengan adanya penyelesaian tersebut, situasi di Kelurahan Mapanget Barat kembali aman dan kondusif. Polsek Mapanget juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi serta menghindari konsumsi minuman keras yang dapat memicu terjadinya gangguan kamtibmas maupun konflik dalam keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....