Gubernur "Jemput Bola" Temui Menaker Atasi Pengangguran dan Revitalisasi BLK
- 13 Agt 2026 11:05 WIB
- Manado
RRI.co.id, Manado : Kunjungan Kerja (Kunker) Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus ke Kementerian Ketenagakerjaan RI menjadi sinyal bahwa persoalan pengangguran di Sulut tidak hanya akan dijawab dengan membuka lapangan kerja, tetapi juga dengan mempersiapkan tenaga kerja lokal agar benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur Yulius Selvanus berupaya untuk mendorong kembali penguatan sektor ketenagakerjaan di daerah Nyiur Melambai Sulawesi Utara.
Pertemuan Gubernur Yulius Selvanus dengan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) khusus untuk membahas kondisi ketenagakerjaan sekaligus kebutuhan program pelatihan bagi masyarakat Sulut yang belum bekerja.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Yulius menyampaikan bahwa tenaga kerja di Sulut masih membutuhkan peningkatan kompetensi agar mampu terserap ke dunia kerja.
Karena menurutnya, pelatihan vokasi menjadi salah satu langkah penting untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan permintaan industri.
Sehingga menjadi salah satu perhatian khusus Gubernur mengenai kondisi Balai Latihan Kerja (BLK) Bitung, karena infrastruktur serta peralatan penunjang pelatihan di sembilan workshop yang tersedia sebagian besar sudah mengalami kerusakan dan tidak lagi mengikuti perkembangan kebutuhan industri.
Gubernur menyampaikan kepada Menaker, animo masyarakat pencari kerja untuk mengikuti pelatihan di BLK masih sangat tinggi namun terkendala fasilitas yang ada sehingga sangat dibutuhkan dukungan dari pemerintah pusat khususnya Kementerian Ketenagakerjaan.
Menangapi aspirasi yang disampaikan Gubernur, Menaker Prof. Dr. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D memberikan respons positif terhadap upaya untuk dari Gubernur Sulut ini
Menaker menilai langkah jemput bola tersebut menunjukkan kesungguhan dan kegigihan Gubernur dalam upaya menekan angka pengangguran di Sulawesi Utara.
Oleh karenanya, Kementerian Ketenagakerjaan akan mempercepat optimalisasi BLK yang ada di Kabupaten Minahasa Utara , baik Infrastruktur dan peralatan pelatihan akan diselesaikan sehingga ditargetkan sudah dapat beroperasi di tahun 2027.
Tidak hanya itu, Kemenaker akan menambah program pelatihan di BLK Bitung dan mengintegrasikannya dengan BLK Minut, sehingga kapasitas serta cakupan pelatihan bagi pencari kerja di Sulut diharapkan akan semakin luas.
Menaker juga meminta agar Pemprov Sulut dapat membangun kerja sama dengan perusahaan - perusahaan industri untuk menyerap tenaga kerja.
Sehingga nantinya, data kebutuhan tenaga kerja dari industri akan menjadi dasar bagi Kemenaker dalam menyiapkan program pelatihan yang lebih tepat sasaran.
“Pelatihan harus menjawab kebutuhan industri. Jangan sampai masyarakat sudah dilatih, tetapi kompetensinya tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan", kata Menaker Prof. Dr. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D.
Kemenaker juga berkomitmen untuk membantu Sulut dalam mengoptimalkan BLK yang telah tersedia dan penguatan fasilitas, program serta sinergi antar lembaga diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja lokal yang kompeten dan lebih mudah terserap oleh pasar kerja.
Menaker juga menegaskan kepada Pemprov Sulut untuk lebih memperkuat pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Sulawesi Utara.
"Pengawasan diperlukan untuk memastikan seluruh TKA memenuhi persyaratan sesuai ketentuan ketenagakerjaan, sekaligus memastikan keberadaan mereka memberikan manfaat melalui proses alih teknologi dan pengetahuan kepada pekerja lokal", tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....