LP3KD se-Sulawesi Utara Siap Mensukseskan Pesparani Nasional 2027

  • 10 Agt 2026 15:07 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Komitmen bersama untuk menyukseskan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional IV Tahun 2027 semakin diteguhkan. Sebanyak 15 LP3KD Kota/Kabupaten se-Sulawesi Utara menyatakan dukungan dan kesiapan untuk mengambil bagian dalam menyukseskan penyelenggaraan Pesparani Nasional IV yang akan berlangsung di Sulawesi Utara pada November 2027.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Sulawesi Utara yang dilaksanakan pada 8–9 Agustus 2026. Rakerda menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menyatukan langkah seluruh LP3KD dalam mempersiapkan Sulawesi Utara sebagai tuan rumah perhelatan Pesparani Katolik tingkat nasional.

Rakerda membahas sejumlah agenda strategis, antara lain program dan evaluasi LP3KD se-Sulawesi Utara Tahun 2026, penetapan logo dan tema Pesparani Nasional, serta persiapan seleksi tim kepelatihan, penanggung jawab kategori lomba dan sistem perekrutan peserta lomba.

Dalam Rakerda tersebut, LP3KD Sulawesi Utara menetapkan semangat dan identitas Pesparani Nasional IV Tahun 2027 melalui tema: “Berjalan Bersama dalam Satu Harmoni: Dari Sulawesi Utara untuk Indonesia Rukun dan Bersaudara.” Tema ini menjadi pesan penting bahwa Pesparani tidak semata-mata merupakan ajang perlombaan seni dan musik gerejani, tetapi juga sebuah perjumpaan iman, kebudayaan dan persaudaraan yang mempertemukan umat Katolik dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum LP3KD Sulawesi Utara Wenny Lumentut, yang diwakili Ketua Harian Janny Kopalit, menegaskan bahwa keberhasilan Pesparani Nasional IV membutuhkan kerja bersama dan keterlibatan seluruh LP3KD kabupaten/kota.

“Pesparani Nasional IV adalah tanggung jawab kita bersama. Karena itu, Rakerda ini menjadi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh 15 LP3KD Kota/Kabupaten se-Sulawesi Utara berjalan dalam satu irama untuk menyukseskan Pesparani 2027,” ujar Janny Kopalit mewakili Ketua Umum Wenny Lumentut.

Menurutnya, tema “Berjalan Bersama dalam Satu Harmoni” harus diterjemahkan dalam kerja nyata. Harmoni bukan sekadar ungkapan, tetapi harus menjadi cara seluruh pengurus, pelatih, peserta, pemerintah, Gereja dan masyarakat membangun kolaborasi.

“Kita ingin Pesparani 2027 meninggalkan jejak yang lebih dalam daripada sekadar sukses penyelenggaraan. Kita ingin setiap peserta yang datang ke Sulawesi Utara mengalami persaudaraan, keramahan dan semangat kebersamaan. Dari Sulawesi Utara, kita ingin mengirim pesan kepada Indonesia bahwa keberagaman dapat dirayakan dalam satu harmoni,” katanya.

Rakerda juga memberikan perhatian pada penguatan kapasitas sumber daya manusia. Agenda kegiatan mencakup pendalaman spiritualitas Katolik, metode analisis menuju interpretasi dan teknik pengekspresian, serta team work and dynamic communication.

Bagi LP3KD Sulawesi Utara, persiapan menuju November 2027 bukan pekerjaan yang dapat dilakukan secara mendadak. Waktu yang tersedia harus dimanfaatkan untuk membangun sistem pembinaan yang terencana, menyiapkan pelatih dan peserta, memperkuat koordinasi antardaerah, serta memastikan seluruh aspek penyelenggaraan dipersiapkan secara profesional.

Keterlibatan 15 LP3KD Kota/Kabupaten menjadi kekuatan penting dalam proses tersebut. Rakerda mempertemukan pengurus LP3KD Provinsi, pengurus LP3KD Kota/Kabupaten, tim kepelatihan kontingen Sulawesi Utara dan tim kerja LP3KD Sulawesi Utara.

Janny menambahkan, Pesparani merupakan kesempatan bagi Sulawesi Utara untuk memperlihatkan kekuatan persaudaraan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di daerah Nyiur Melambai.

“Mari kita berjalan bersama. Tidak ada LP3KD yang bekerja sendiri. Tidak ada daerah yang berdiri sendiri. Kita adalah satu keluarga besar yang sedang mempersiapkan sebuah peristiwa iman dan kebangsaan. Kalau kita bergerak bersama dalam satu harmoni, saya percaya Pesparani Nasional IV akan menjadi berkat bagi Gereja, masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia,” tandasnya.

Rakerda ditutup dengan Perayaan Ekaristi dan acara penutupan pada Minggu, 9 Agustus 2026. Dengan semangat “Berjalan Bersama dalam Satu Harmoni”, LP3KD Sulawesi Utara bersama 15 LP3KD Kota/Kabupaten kini menatap November 2027 dengan satu tekad: menjadikan Pesparani Katolik Nasional IV sebagai perayaan iman, persaudaraan dan kerukunan - dari Sulawesi Utara untuk Indonesia yang rukun dan bersaudara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....