Pemkab Minahasa Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau

  • 03 Agt 2026 14:04 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Minahasa - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa meningkatkan status kesiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, mengimbau seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah hingga tingkat desa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Imbauan tersebut disampaikan Wakil Bupati Vanda Sarundajang di sela-sela kegiatannya di Kecamatan Langowan, Sabtu (1/8/2026). Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya laporan kejadian kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Minahasa dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di wilayah Minahasa diprediksi berlangsung hingga September mendatang. Kondisi cuaca yang kering disertai angin kencang dinilai meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan perkebunan.

Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S., M.AP.

"Ini cuaca kita sudah memasuki bulan kemarau. Sampai mungkin kalau BMKG laporannya kan sampai September ya puncaknya di wilayah Minahasa," ujar Vanda Sarundajang.

Mewakili Bupati Minahasa, Wakil Bupati menyampaikan tiga imbauan utama kepada para camat, hukum tua, lurah, dan masyarakat sebagai langkah pencegahan kebakaran. Pertama, masyarakat diminta memeriksa instalasi listrik secara berkala untuk mengantisipasi korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.

Kedua, masyarakat diimbau tidak meninggalkan pembakaran sampah maupun rumput kering tanpa pengawasan. Pada musim kemarau, percikan api yang tertiup angin dapat dengan cepat membesar dan membakar area di sekitarnya.

Ketiga, masyarakat diminta meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan sekitar, terutama lahan yang dipenuhi ilalang dan tanaman kering. Kondisi vegetasi yang mengering akibat kemarau membuat kawasan tersebut lebih mudah terbakar apabila terkena sumber api.

"Kita harus menjaga instalasi listrik yang bisa bikin korslet. Tapi juga ini mungkin kemarau dengan angin kencang di musim kemarau menyebabkan tanaman menjadi kering. Kalau mau membakar sampah atau rumput dijaga jangan ditinggalkan, karena kalau tertiup angin dan tidak dijaga bisa menyebabkan kebakaran," tegasnya.

Pemkab Minahasa berharap partisipasi aktif seluruh masyarakat dapat membantu menekan risiko terjadinya kebakaran selama puncak musim kemarau. Pemerintah juga mengajak warga segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

(Jeff Assa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....