Biro SDM Polda Sulut Edukasi Pelajar Cegah Bullying

  • 25 Jul 2026 21:30 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID: Manado - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang diperingati pada 23 Juli 2026, Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sulawesi Utara menggelar kegiatan psikoedukasi bagi pelajar SMA Negeri 3 Manado, Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak perundungan (bullying) terhadap kesehatan mental anak dan remaja.

Psikoedukasi yang berlangsung di Aula SMAN 3 Manado itu diikuti sekitar 100 pelajar. Kegiatan dipimpin Kepala Bagian Psikologi Biro SDM Polda Sulut, Kompol Margus, didampingi Kasubbag Psikologi Personel Biro SDM Polda Sulut, Pembina Nancy Mamontoh, bersama jajaran Bagian Psikologi Biro SDM Polda Sulut.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai materi mengenai kesehatan mental, pencegahan perundungan, serta pentingnya membangun hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah. Antusiasme para pelajar terlihat saat mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa memperoleh pemahaman mengenai dampak negatif bullying terhadap kondisi psikologis anak dan remaja. Selain itu, mereka juga diajak untuk membangun budaya saling menghormati, peduli terhadap sesama, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Kepala Biro SDM Polda Sulut melalui Kabag Psikologi, Kompol Margus, mengatakan psikoedukasi merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat secara mental dan berkarakter. Menurutnya, Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan dan kesejahteraan psikologis anak.

"Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi kita semua untuk memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Melalui psikoedukasi ini, kami ingin meningkatkan kesadaran pelajar tentang bahaya bullying serta pentingnya menjaga kesehatan mental, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap sesama," ujar Kompol Margus.

Ia menambahkan tingginya partisipasi dan antusiasme pelajar menunjukkan bahwa isu kesehatan mental semakin mendapat perhatian di kalangan remaja. Oleh karena itu, kegiatan edukasi serupa akan terus didorong sebagai langkah preventif untuk memperkuat ketahanan mental peserta didik sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang positif, aman, dan bebas dari perundungan.

Melalui program psikoedukasi tersebut, Polda Sulawesi Utara berharap kesadaran pelajar terhadap pentingnya kesehatan mental terus meningkat. Sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat juga dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....