Sebanyak 130 Pasangan di Sulut Ikut Nikah Massal, Gubernur Yulius Jadi Saksi
- 21 Jul 2026 20:43 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Sebanyak 130 pasangan suami istri (pasutri) di Sulawesi Utara mengikuti program pencatatan sipil atau nikah massal dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dan Hari Kependudukan Sedunia 2026. Kegiatan ini digelar di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa, 21 Juli 2026.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, hadir langsung bertindak sebagai saksi nikah bagi pihak laki-laki, didampingi jajaran bupati dan wali kota se-Sulut yang menjadi saksi bagi pihak perempuan.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menekankan pentingnya legalitas hukum dan administrasi kependudukan bagi setiap pasangan suami istri. Menurutnya, pernikahan tidak hanya cukup disahkan secara agama, tetapi juga wajib dicatatkan oleh negara.
"Kalau cuma menikah di gereja atau masjid, secara agama sah, tetapi secara negara belum. Hak-hak seperti Kartu Keluarga (KK) tidak bisa didapatkan jika belum tercatat di Dukcapil. Hari ini, 130 pasangan resmi diakui oleh hukum dan pemerintah," ujar Yulius.

Ia menambahkan, keterlibatan jajaran Forkopimda dan para kepala daerah sebagai saksi merupakan peristiwa langka dan bersejarah bagi para peserta. Pihaknya sengaja menghimpun para peserta di tingkat provinsi agar proses legalitas dapat dirasakan secara merata.
"Nikah massal ini menjadi kewajiban dan bentuk kepedulian pemerintah agar masyarakat mendapatkan hak-haknya, termasuk layanan sosial dari pemerintah daerah. Selamat berbahagia untuk seluruh peserta," katanya menambahkan.
Manfaat dari layanan pencatatan sipil gratis ini turut dirasakan langsung oleh para peserta. Novita Sari Debora Laluraa, salah satu peserta nikah massal asal Talaud, mengaku sangat terbantu dengan adanya kemudahan pengurusan administrasi kependudukan.
"Saya sangat tertarik karena ini momen yang jarang. Pendaftarannya sangat mudah dan pemerintah daerah sangat membantu, sehingga semua prosesnya lancar. Berkas seperti akta nikah dan KTP langsung diproses oleh Dukcapil," kata Novitasari, yang mengikuti acara tersebut bersama suaminya, Andro.
Novita Sari yang baru saja menikah dua minggu lalu bersama suaminya itu berharap pelayanan jemput bola seperti ini dapat terus dilanjutkan oleh dinas terkait demi mempermudah masyarakat luas.
"Harapannya, semoga pemerintah khususnya Dukcapil bisa lebih semangat lagi melayani masyarakat, terutama untuk pencatatan sipil seperti ini," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....