Gubernur Sulut Tinjau Aset, Ikut Kerja Bakti Tata Kawasan Festival Budaya Tonsea
- 27 Jul 2026 12:31 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Mianhasa - Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menunjukkan komitmennya dalam penataan aset daerah dengan turun langsung mengikuti kerja bakti di kawasan Festival Budaya Tonsea (Fesbudaton), Kelurahan Paleloan, Kabupaten Minahasa, Jumat (24/7/2026). Kehadiran gubernur menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.
Awalnya, Gubernur Yulius dijadwalkan meninjau aset pemerintah provinsi seluas sekitar tiga hektare di kawasan tersebut. Namun, setibanya di lokasi, ia mendapati Pemerintah Kabupaten Minahasa sedang melaksanakan kerja bakti massal yang dipimpin Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, Ny. Martina Dondokambey-Lengkong, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, M.M.
Tanpa menunggu rangkaian protokoler, Gubernur Yulius langsung bergabung bersama aparatur sipil negara (ASN), aparat pemerintah, dan masyarakat membersihkan kawasan Fesbudaton. Ia terlihat ikut mengangkat sampah, membersihkan ilalang, serta menata lingkungan di sekitar lokasi.
Aksi tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan kegiatan secara langsung. Kehadiran gubernur di tengah kerja bakti dinilai menjadi teladan kepemimpinan yang diwujudkan melalui aksi nyata dalam menjaga aset milik daerah.
Di sela kegiatan, Gubernur Yulius menegaskan bahwa seluruh aset pemerintah harus dirawat dan dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, kawasan Fesbudaton memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Kalau kerja, kerja yang betul. Ini aset kita, ini milik kita, harus kita rawat dengan baik," tegas Yulius.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk menghidupkan kembali kawasan Fesbudaton melalui penataan yang lebih baik. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki peluang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Sulawesi Utara.
"Saya akan jadikan tempat ini lokasi wisata yang tak kalah menarik dengan Bukit Kasih, Sumaru Endo, dan destinasi wisata lainnya," ujarnya.
Revitalisasi kawasan Fesbudaton dinilai sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya dan alam. Dengan penataan yang terencana, kawasan itu diharapkan berkembang menjadi ruang publik, pusat kegiatan budaya, sekaligus destinasi wisata yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.
Kegiatan kerja bakti tersebut menjadi langkah awal penataan aset daerah agar kembali berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat bagi pembangunan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan itu dapat menjadi contoh bagi seluruh daerah dalam menjaga serta mengoptimalkan aset pemerintah demi kepentingan masyarakat.
(Jeff Assa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....