Mahasiswa Unsrat Terlibat Satgas Karya Bakti Skala Besar 2026
- 12 Jul 2026 21:51 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Kodam XIII/Merdeka memberangkatkan Satuan Tugas (Satgas) Karya Bakti Skala Besar Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung percepatan pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia. Program TNI Angkatan Darat tersebut difokuskan di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud, dua daerah yang berada di beranda utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Upacara pemberangkatan Satgas dipusatkan di Pelabuhan Samudera Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu (11/7/2026), dan dipimpin Panglima Kodam XIII/Merdeka.
Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan civitas akademika Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Sejumlah mahasiswa dari berbagai fakultas diterjunkan sebagai bagian dari Satgas, yakni dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Fakultas Teknik (Fatek).
Keterlibatan mahasiswa tersebut dinilai sebagai implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Mereka akan bekerja bersama prajurit TNI untuk melaksanakan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah sasaran.
Sinergi antara Kodam XIII/Merdeka dan Universitas Sam Ratulangi diharapkan mampu mempercepat pembangunan di Kepulauan Sangihe dan Talaud sekaligus memperkuat ketahanan wilayah perbatasan di kawasan utara Indonesia.
Upacara pelepasan turut dihadiri Wakil Rektor I Universitas Sam Ratulangi, Arthur Gerhart Pinaria, yang mewakili Rektor Prof. Oktavian Berty Alexander Sompie, bersama para dekan dari Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Teknik. Sejumlah dekan juga terlibat dalam kepanitiaan kegiatan tersebut.
Dalam amanatnya, Pangdam XIII/Merdeka menegaskan bahwa Karya Bakti Skala Besar bukan sekadar program rutin TNI, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan.
"Kolaborasi kemanunggalan TNI dengan rakyat dan akademisi akan menjadi motor penggerak pembangunan di Sangihe dan Talaud," ujar Pangdam.
Melalui program ini, diharapkan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ketahanan wilayah di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memperkokoh kedaulatan Indonesia di kawasan perbatasan utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....