Kebijakan Ekonomi Biru, DKP Sulut Bersama RARE Indonesia Gelar Lokakarya

  • 07 Jul 2026 12:41 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Minut - Dalam rangka memperkuat kebijakan ekonomi biru di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Provinsi Sulut bersama dengan Rare Indonesia, melaksanakan Lokakarya Sinkronisasi, Selasa 7 Juli 2026 di The Sentra Hotel Jl. Ir. Soekarno, Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Lokakarya ini bertajuk kolaborasi untuk ekonomi biru: memperkuat perlindungan dan pengelolaan ekosistem pesisir dan laut di provinsi Sulut.

Kegiatan tersebut dibuka pelaksanaanya oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut Salman Mokoginta mewakili Sekprof Sulut dan juga dihadiri oleh Ray Chandra Purnama selaku Direktur Kebijakan RARE Indonesia.

Lokakarya sinkronisasi DKP Sulut dan Rare diwarnai dengan Talk Show

"Tantangan yang kita hadapi saat ini mulai dari degradasi ekosistem pesisir, perubahan iklim, tekanan terhadap sumber daya perikanan, hingga keterbatasan akses pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat pesisir memerlukan kinerja yang kuat dan terintegrasi,"kata Mokoginta.

Sebab itu pendekatan pengelolaan bersama menurut Mokoginta menjadi sangat penting untuk diperkuat baik pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan harus berjalan dalam satu arah yang sama.

"Saya berharap melalui lokakarya ini dapat menghasilkan beberapa hal penting antara lain terbangunnya kesamaan persepsi dan komitmen lintas sektor dalam mendukung pencapaian target ekonomi biru di Sulawesi Utara. Kedua, teridentifikasinya isu-isu prioritas yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas pemanggung kepentingan,"sebut Mokoginta.

Selanjutnya amokoginta juga mengkritisi tersusunnya matriks sinkronisasi program dan rencana aksi yang dapat diimplementasikan pada tahun 2027 dan menguatkan hukum terhadap perlindungan ekosistem pesisir dan laut, termasuk mangrove, bawah laut, dan terumbukarang sebagai fondasi pembangunan ekonomi lautan yang berkelanjutan serta memberikan kesejahteraan bagi para nelayan.

Adapun peserta lokakarya dari sejumlah instansi pemerintah di Sulut yakni dari Kabupaten Minahasa, Minahasa Tenggara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Bolmong, Bolmong Utara, Bolmong Selatan, Bolmong Timur, Kabupaten Sitaro, Minahasa Utara dan Minahasa Tenggara.

Pihak swasta dan Akademisi dari PT PLN persero dan Dekan FPIK Unsrat, Mitra pembangunan dan kelompok masyarakat Rare Indonesia, WCS Indonesia, Yayasanc Bumi Tangguh, Manengkel Solidaritas, Yayasan Care Peduli, CTI-CFF, serta Perwakilan PAAP dari Kabupaten Bolsel dan Boltim.

Lokakarya sinkronisasi Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut akan diselenggarakan selama dua hari Selasa - Rabu, 7-8 Juli 2026 dan diwarnai dengan Talk Show serta Games.

Disesi I Talkshow menghadirkan sejumlah narasumber yakni :

Marchelino Randy Sompie, S.E., Perencana Muda Bappeda Provinsi Sulawesi Utara.

Salaman Mokoginta, S.St.Pi., M.Si., Kepala Dinas Kelautan dan perikanan Sulut.

Ronald N. Pakasi, SE., M.Si., Kepala Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Sitaro (online)

Imanda Pradana, Senior Manager Rare Indonesia

Bumi Tangguh Leonardo Dafried Ratuwalangon, Koordinator Program Yayasan.

(Diane Massie)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....