Inflasi Sulut Juni 2,12 Persen, Beras dan Cabai Jadi Pemicu
- 03 Jul 2026 08:52 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat inflasi sebesar 2,12 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Juni 2026. Kenaikan harga sejumlah bahan pangan, terutama cabai rawit dan beras, menjadi penyumbang utama inflasi di daerah tersebut.
Data tersebut disampaikan dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Sulawesi Utara yang digelar di Manado, Rabu, 1 Juli 2026. Selain komoditas pangan, kenaikan harga emas perhiasan juga memberikan andil terhadap laju inflasi seiring meningkatnya harga emas di pasar global.
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara, Watekhi, mengatakan selain cabai rawit, bawang, dan beras, komoditas emas perhiasan turut mendorong inflasi pada Juni.
"Sebenarnya selain cabai rawit, bawang, dan beras, yang juga menjadi pemicu adalah perhiasan emas. Harga emas meningkat karena pengaruh global dan konsumsi masyarakat terhadap emas juga cukup menonjol," ujarnya.
Meski harga beras mengalami kenaikan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memastikan pasokan pangan di daerah tetap dalam kondisi aman. Pemerintah juga menyiapkan langkah stabilisasi harga untuk menjaga daya beli masyarakat.
Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sulut, Reza Dotulong, mengatakan stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 16 ribu ton dan dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
"Secara pasokan pemerintah menjamin beras tersedia di Sulawesi Utara. Stok Bulog sekitar 16 ribu ton dan itu cukup untuk semester ke depan," kata Reza.
Ia menjelaskan kenaikan harga beras di tingkat petani merupakan hal yang positif selama memberikan manfaat bagi petani. Namun, pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Beras SPHP dijual dengan harga Rp12.900 per kilogram. Ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menanggulangi kenaikan harga beras di tingkat konsumen," ujarnya.
Secara nasional, BPS mencatat inflasi Juni 2026 sebesar 0,44 persen secara bulanan dan 3,34 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pemerintah berharap berbagai langkah pengendalian inflasi, termasuk menjaga ketersediaan pasokan pangan dan kelancaran distribusi, dapat menahan laju kenaikan harga pada bulan-bulan mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....