Harga Bahan Pokok Naik, Penjualan Pedagang di Manado Menurun

  • 03 Jul 2026 08:26 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan bumbu dapur di Pasar Bersehati Manado mulai berdampak pada aktivitas jual beli. Pedagang mengaku daya beli masyarakat melemah karena konsumen kini mulai membatasi jumlah belanjaan mereka.

Harga Beras Premium Keluhkan Pembeli

Salah seorang pedagang beras di Pasar Bersehati, Vera, mengatakan kenaikan harga paling terasa pada jenis beras premium. Saat ini, harga beras premium berkisar di angka Rp17.000 per kilogram.

"Pelanggan banyak yang mengeluh karena harga terlalu mahal," ujar Vera saat ditemui, Kamis, 2 Juli 2026.

Menurutnya, kondisi ini otomatis memengaruhi omzet penjualan. Banyak pembeli yang memilih mengurangi volume belanjaan mereka demi menghemat pengeluaran.

"Kalau biasanya beli lima kilogram, sekarang ada yang cuma beli dua kilogram, bahkan satu kilogram saja," katanya menambahkan.

Vera juga mengaku sempat kesulitan memperoleh pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Meski saat ini stok SPHP sudah kembali tersedia, harga beberapa jenis beras premium di pasaran terpantau masih tinggi.

Cabai Gorontalo Tembus Rp100 Ribu

Di sisi lain, pergerakan harga juga terjadi pada komoditas bumbu dapur. Pedagang bumbu dapur di Pasar Bersehati, Bryan, menyebutkan bahwa harga tomat justru mengalami penurunan.

Saat ini harga tomat turun ke angka Rp20.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat bertahan di kisaran Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram.

Namun, penurunan ini tidak diikuti oleh komoditas cabai. Harga cabai rawit lokal saat ini dijual seharga Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, cabai yang dipasok dari Gorontalo melonjak tajam hingga mencapai Rp80.000 sampai Rp100.000 per kilogram.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Kondisi ketidakpastian harga ini membuat para pedagang berharap pasokan barang dari distributor bisa kembali stabil. Dengan begitu, harga dapat berangsur turun dan daya beli masyarakat Manado bisa kembali pulih seperti sediakala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....