Kakanwil Pemasyarakatan Resmikan Sekolah Alkitab Napiri di Lapas Amurang
- 28 Jun 2026 21:34 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, meresmikan sekaligus membuka Sekolah Alkitab Napiri Angkatan I di Lapas Kelas III Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Rabu (24/6/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen jajaran pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui pendekatan kerohanian yang berkelanjutan. Dalam kegiatan itu, Haposan didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan, Roni Rumondor, serta Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Rio Rampengan.
Kegiatan turut dihadiri jajaran Lapas Kelas III Amurang, tim pengajar Sekolah Alkitab Napiri, Pelayan Gereja Oikumene Lapas Kelas III Amurang, serta perwakilan Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Napiri Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Haposan Silalahi menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pemasyarakatan. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari keterampilan yang diperoleh warga binaan, tetapi juga dari perubahan karakter, sikap, dan nilai-nilai kehidupan yang terbentuk selama menjalani masa pidana.
"Pembinaan yang berhasil adalah pembinaan yang mampu membentuk pribadi yang lebih baik, memiliki kesadaran untuk berubah, serta siap kembali menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab," ujarnya.
Melalui program Sekolah Alkitab Napiri Angkatan I, sebanyak 20 warga binaan mulai mengikuti proses pembelajaran yang dirancang untuk memperdalam pemahaman spiritual, memperkuat nilai-nilai moral, serta membangun karakter yang positif sebagai bekal menjalani kehidupan setelah bebas.
Sementara itu, Pastor Evangelis Aldy Sanggali menyampaikan apresiasi kepada jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang telah membuka ruang pembinaan rohani bagi warga binaan. Menurutnya, pendidikan kerohanian menjadi bagian penting dalam proses pemulihan diri dan pembentukan karakter, sehingga warga binaan memiliki harapan serta motivasi untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Program Sekolah Alkitab Napiri diharapkan menjadi salah satu inovasi pembinaan kepribadian di lingkungan pemasyarakatan yang mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....