Kakanwil Kemenag Sulut Buka Confucian Youth Camp XXIII di Tomohon
- 27 Jun 2026 21:08 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Tomohon - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd, secara resmi membuka Confucian Youth Camp (CYC) XXIII yang dirangkaikan dengan Dialog Lintas Iman, pada Jumat 26 Juni 2026, di Eusebeia Villa's & Hot Spring Water, Kota Tomohon.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pemuda Agama Khonghucu Indonesia (PAKIN) Sulawesi Utara bekerja sama dengan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Sulawesi Utara ini diikuti oleh 77 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Utara. Hadir juga dalam kegiatan ini narasumber dari Dewan Pakar MATAKIN Pusat, Js. Kris Tan, SE, M.Ag dan dr. Erfan Sutono, S.Physio, MH.
Mengusung tema "Rooted in Tradition, Reaching the Future" (Berakar pada Tradisi, Menggapai Masa Depan) dengan subtema "Harmoni dalam Kebajikan", kegiatan ini menjadi ruang pembinaan generasi muda Khonghucu sekaligus mempererat persaudaraan lintas agama melalui dialog yang terbuka, inklusif, dan penuh semangat kebersamaan.
Ketua Panitia, Js. Fabio Imbar, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Confucian Youth Camp XXIII yang kembali mempertemukan generasi muda Khonghucu dalam suasana persaudaraan dan pembelajaran. Ia menjelaskan bahwa tema tahun ini dipilih untuk mengajak generasi muda agar tetap berakar pada tradisi, iman, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan Nabi Kongzi, sekaligus mampu menjadi pribadi yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
"Melalui Dialog Lintas Iman, kami ingin menegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat, melainkan kekayaan bangsa. Kami berharap peserta dapat saling mengenal, memahami, dan membangun kolaborasi dalam semangat kebajikan," ujar Fabio.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, khususnya Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, MATAKIN, PAKIN, para sponsor, donatur, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.
Sementara itu, dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulut Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada PAKIN dan MATAKIN Sulawesi Utara yang secara konsisten menghadirkan wadah pembinaan bagi generasi muda Khonghucu. Menurutnya, kegiatan seperti Confucian Youth Camp bukan hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang memiliki integritas, menghargai keberagaman, serta mampu menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
"Kegiatan seperti ini menjadi investasi penting dalam membangun masa depan bangsa. Generasi muda harus tumbuh menjadi pribadi yang berakar pada nilai-nilai luhur agamanya, namun tetap terbuka untuk berdialog, bekerja sama, dan hidup berdampingan secara harmonis dengan siapa pun," ungkap Ulyas Taha.
Pada sesi dialog interaktif, salah seorang peserta mengajukan pertanyaan mengenai berbagai bencana ekologis yang terjadi belakangan ini serta kaitannya dengan nilai-nilai agama. Menanggapi pertanyaan tersebut, Kakanwil menegaskan bahwa penyebab utama krisis lingkungan bukanlah ajaran agama ataupun nilai-nilai keagamaan, melainkan perilaku manusia yang didorong oleh keserakahan.
"Bencana ekologis bukan terjadi karena ajaran agama atau nilai-nilai yang kita anut. Bencana itu terjadi karena keserakahan manusia dalam mengeksploitasi alam tanpa tanggung jawab. Karena itu, semua agama memiliki tanggung jawab moral untuk mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan hidup merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama, yaitu Ekoteologi, yang mengajak seluruh umat beragama untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menjaga, merawat, dan melestarikan ciptaan Tuhan.
Menurutnya, pendekatan ekoteologi bukan sekadar konsep, melainkan gerakan nyata yang menghubungkan spiritualitas dengan tanggung jawab ekologis sehingga pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh antusias. Para peserta dari berbagai latar belakang aktif berdiskusi mengenai toleransi, kebajikan, kepemimpinan, hingga tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Selama tiga hari pelaksanaan, 26–28 Juni 2026, peserta tidak hanya mengikuti Dialog Lintas Iman, tetapi juga berbagai kegiatan pembinaan, seperti pendalaman iman, leadership workshop, diskusi kelompok, serta kegiatan kebersamaan yang bertujuan membangun karakter, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat kepemimpinan generasi muda Khonghucu.
Melalui penyelenggaraan Confucian Youth Camp XXIII, PAKIN dan MATAKIN Sulawesi Utara berharap lahir generasi muda yang tidak hanya kokoh memegang nilai-nilai luhur ajaran Khonghucu, tetapi juga mampu menjadi pelopor harmoni, kebajikan, serta penjaga kelestarian lingkungan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....