KKR “Hidup yang Dipulihkan” Jadi Penyejuk di Tengah Dinamika Pilhut Tempok Selatan
- 13 Jun 2026 13:48 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Minahasa – Dalam rangka Pemilihan Hukum Tua (Pilhut), masyarakat Desa Tempok Selatan, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, mengikuti Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertajuk “Hidup yang Dipulihkan” yang digelar di Balai Desa Tempok Selatan.
Kegiatan rohani tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang damai, sejuk, dan penuh kebersamaan di tengah dinamika pesta demokrasi desa yang tengah berlangsung.
Ketua Yayasan Sinar Trifena Indonesia, Pdt. Maikel Maramis, S.Pd., M.Th., yang tampil sebagai pembicara dalam KKR tersebut, mengapresiasi langkah panitia pelaksanaan Pilhut yang memilih menutup rangkaian kampanye dengan kegiatan kerohanian.
“Memang ini adalah momentum yang paling terbaik yang diambil oleh panitia pelaksanaan Pilhut yang ada di Desa Tempok ini. Mereka bersepakat untuk di akhir dari kampanye diadakan KKR,” ujar Maramis.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan penguatan iman, tetapi juga menjadi sarana mempersiapkan karakter, mental, dan spiritual seluruh pihak yang terlibat dalam pesta demokrasi desa.
Ia menilai kontestasi Pilhut di Desa Tempok Selatan berlangsung cukup dinamis dengan tingginya semangat para pendukung masing-masing calon untuk meraih kemenangan.
“Tentu di dalamnya juga mempersiapkan soal karakter, mental dan spiritual. Karena memang pemilihan di Desa Tempok Selatan ini cukup memanas, karena masing-masing ingin menang. Tensi naik, jadi momentum ini adalah sebuah kesempatan diadakan KKR, supaya benar-benar mereka mempersiapkan mental dan spiritual ketika menghadapi Pilhut ini,” katanya.

Maramis berharap, melalui KKR tersebut seluruh calon, tim pendukung, dan masyarakat dapat menerima hasil pemilihan dengan lapang dada. Menurutnya, kemenangan dan kekalahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses demokrasi.
“Pasti ada yang menang, pasti ada yang kalah. Dan kita percaya dengan diadakannya KKR sangat memberkati dan saya kira bisa mereka menerima jika ada yang kalah, juga jika ada yang menang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dia mengajak seluruh masyarakat Desa Tempok Selatan untuk kembali bersatu setelah proses pemilihan selesai dan bersama-sama mendukung hukum tua yang nantinya terpilih.
“Terlebih khusus juga kepada masyarakat, nanti setelah selesai diadakan Pilhut, semua akan bersatu kembali, pasti mendukung yang terpilih nanti,” tandasnya.
KKR ini pun menjadi momentum refleksi bagi masyarakat Desa Tempok Selatan agar menjaga persaudaraan, mengedepankan nilai-nilai kasih, serta menjadikan Pilhut sebagai sarana memilih pemimpin terbaik tanpa mengorbankan kebersamaan yang telah terjalin selama ini.
Terpantau para calon Hukum Tua Desa Tempok Selatan yakni Wina Umboh (1), Rita Kawengian (2), Max Langi (3), Markus Rorimpandey (4) hadir bergandengan tangan dalam momen sakral tersebut.
(Anugrah Pandey)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....